POJOKSULSEL, MAKASSAR - Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat tren penurunan angka kemiskinan yang konsisten.
Berdasar data BPS, angka kemiskinan di Sulsel pada Maret 2025, yaitu 7,6 persen atau 698,13 ribu orang.
Data angka kemiskinan itu turun 0,46 persen dibandingkan bulan Maret di tahun 2024. angkanya 736,48 ribu orang atau 8,06 persen.
Tidat hanya itu, penurunan angka kemiskinan di Sulsel tetap bergerak secara konsisten.
Data BPS di bulan September 2025, posisi orang miskin di Sulsel berada di angka 7,77 persen atau 711,77 ribu.
Kepala BPS Sulsel, Aryanto, mengatakan, grafik penurunan kemiskinan di Sulsel adalah yang terendah sejak 2020.
"Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jelas terlihat penurunan,” kata Aryanto dikutip rilis Humas Pemprov Sulsel.
Disparitas kemiskinan antara perkotaan dan perdesaan turut menunjukkan perbaikan per Maret 2025.
Baca Juga: Gubernur Sulbar Dapat Tugas Baru di IKAL, Agum Gumelar Beri Pesan Tegas
Angka kemiskinan di perkotaan turun 0,07 persen dibandingkan bulan September 2025. yaitu dari 5,21 persen ke angka 5, 14 persen.
Begitu juga di daerah pedesaan yang turun 0,23 persen dari 10,11 persen menjadi 9,88 persen.
Jika dibandingkan dengan rata-rata nasional yang berada di angka 8,47 persen, tingkat kemiskinan di Sulsel masih tergolong lebih rendah.
Namun demikian, gini ratio—indikator ketimpangan pengeluaran—di Sulsel mengalami kenaikan tipis.
Baca Juga: SAH! Ini Gelar Akademik Lulusan Ma'had Aly dari Sarjana hingga Doktor
Pada Maret 2025 tercatat 0,363 poin, naik 0,003 poin dari posisi September 2024 (0,360 poin).
Ini menandakan bahwa ketimpangan masih menjadi tantangan tersendiri meski angka kemiskinan menurun.
Adapun, Pemprov Sulsel di bawah komando Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi telah dirancang dalam RPJMD.
RPJMD Sulsel mengusung visi Sulawesi Selatan Maju dan Berkarakter. Empat misi pembangunan. Semua mendukung upaya pengurangan kemiskinan.
Baca Juga: Dua Santri Al Junaidiyah Biru Juara Nasional Lomba Karya tulis, Satu Harapan dari As’Adiyah
Strategi penanggulangan kemiskinan disusun berdasarkan tiga pilar utama, yakni:
Pilar pertama; pengurangan beban pengeluaran masyarakat melalui penyediaan layanan dasar (pendidikan, kesehatan, air bersih, sanitasi);
Bantuan sosial tepat sasaran berbasis data kesejahteraan"
Pembangunan rumah layak huni dan perlindungan kelompok rentan (lansia, disabilitas, perempuan kepala keluarga).
Baca Juga: Panitia Pilrek Unhas Terbentuk, Siap Kawal Empat Tahapan Panggung Pemilihan Rektor Baru
Pilar kedua; peningkatan pendapatan masyarakat, melalui pemberdayaan UMKM dan ekonomi lokal;
Pelatihan keterampilan kerja, terutama bagi generasi muda;
Akses permodalan usaha mikro dan produktivitas pertanian dengan teknologi tepat guna.
Pilar ketiga; penurunan jumlah kantong-kantong kemiskinan melaluai kegiatan intervensi wilayah spesifik berbasis data spasial;
Baca Juga: Balai Bahasa Sulsel Latih Pengajar BIPA di Majene, Unasman Kirim 5 Dosen
Penataan permukiman kumuh dan pengembangan kawasan tertinggal;
Pembangunan infrastruktur dasar untuk membuka keterisolasian wilayah;
Pendekatan integratif dan multisektor di daerah miskin ekstrem.
***




