POJOKSULSEL, MAJENE - Balai Bahasa Sulsel menggelar bimbingan teknis Pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Berbasis SKKNI tahun 2025 di BPMP Majene, Sulawesi Barat (Sulbar).
Bimtek Pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Balai Bahasa Sulsel digelar selama tiga hari, yaitu 24-16 Juli 2025.
Acara yang dibuka oleh Kepala Balai Bahasa Sulsel, Toha Machsum dan diikuti 31 peserta berlasung di Aula Tappalang BPMP Majene.
Baca Juga: Panitia Pilrek Unhas Terbentuk, Siap Kawal Empat Tahapan Panggung Pemilihan Rektor Baru
Termasuk lima dosen Universitas Al Asyariah Mandar, yaitu Kaprodi Bahasa Indonesia Nur Hafsah Yunus, Mutmainnah, Aco Nasir, Naim Irmayani, dan Wahyuddin
Tujuan kegiatan tersebut di antaranta mendeteksi para pengajar BIPA, mengembangkan kemampuan berbahasa Indonesia bagi penutur asing, memperkenalkan budaya Indonesia, dan mendorong diplomasi budaya.
Sasaran peserta BIPA adalah dosen, mahasiswa, peneliti penggemar budaya Indonesia, duta besar, pekerja ekspatriat, dan mahasiswa asing.
Baca Juga: Gubernur Sulsel Luncur MICU, Rumah Sakit Bergerak Pertama Berfasilitas Ruang Operasi
Pemateri BIPA, Nurlaela Jum mengatakan, menjadi pengajar BIPA harus melihat situasi dan kondisi dari peserta
"Karena tentu saja model pemelajar tidak sama karena target lokasi kunjungan atau kebutuhan berbeda," kata Jum, sapaaan akrab Direktur Bola Sugi Sulsel itu.
Ia mengatakan, pengajar BIPA mengajarkan bahasa sehari-hari yang lazim, kosakata dan tata bahasa yang dibutuhkan, ungkapan sosial dan budaya, serta sastra dan karya populer kepada penutur asing.
***




