MAKASSAR, SULSEL.POJOKSATU.id - Hujan lebat mulai mengguyur Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (27/10/2026). Sehari sebelumnya, hujan turun di wilayah Toddopuli hingga perbatasan Makassar-Gowa pada Senin sore.
Hujan lebat mengguyur wilayah Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Makassar mulai pukul 17.15 Wita.
Warga menyambut antusias hujan lebat yang mulai mengguyur Kota Makassar pada Selasa sore.
"Alhamdulillah, hujan," kata pengunjung Enreco Coffee di Jalan Bougenville Kota Makassar.
Selain mengucap syukur atas turunnya hujan di musim kemarau, diabadikan oleh para pengunjung warung kopi yang terletak di sisi barat Mal Panakkukang, Kota Makassar itu.
Mereka merekam air hujan yang turun dengan sangat deras, yang menciptakan genangan-genangan kecil di bahu Jalan Bougenville Makassar.
Sesaat setelah hujan turun, terdengar suara ledakan, disertai dengan padamnya listrik. Ada kemungkinan gangguan travo PLN di Jalan Boulevard Makassar.
Dikutip laman BMKG, Sulsel masuk dalam daftar daerah di Indonesia yang umumnya didominasi oleh kondisi cerah berawan hingga hujan ringan periode 23-25 Oktober 2026.
Sulsel dan Sulawesi Barat (Sulbar) diprediksi mengalami peningkatan hujan dengan intensitas sedang untuk Pulau Sulawesi.
Kondisi yang sama diprediksi terjadi di Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu.
Begitu juga dengan Provinsi Banten, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur,
Termasuk Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan di wilayah timur Indonesia.
Sementara itu, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jawa Barat, dan Kalimantan Utara mendapatkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat).
Prediksi angin kencang pada periode 23-25 Oktober berpotensi melanda Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.
Sebelumnya, sejumlah wilayah di Indonesia diguyur hujan lebat hingga esktrem pada periode 19-21 Oktober 2026.
Curah hujan harian tercatat sebesar 190,6 mm/hari di Sumatera Utara, 130,7 mm/hari di Sumatera Barat, 119,0 mm/hari di Aceh, 83,0 mm/hari di Kalimantan Barat, dan 78 mm/hari di Papua Tengah.
Kejadian tersebut dipicu oleh aktivitas MJO, Gelombang Kelvin, Gelombang Mixed Rossby-Gravity (MRG), perlambatan dan pertemuan angin, serta suhu muka laut yang relatif hangat.
Faktor-faktor tersebut dapat mendukung perkembangan awan konvektif, terutama di Sumatera bagian utara dan barat serta sebagian Kalimantan.





