MAKASSAR, SULSEL.POJOKSATU.id - Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah IV Makassar (BBMKG Wilayah IV Makassar) memberikan penjelasan terkait hujan lebat yang mengguyur Kota Makassar, Selasa (27/10/2026). Hujan juga turun di sebagian wilayah Maros, Takalar dan Gowa.
Ketua Tim Bidang Meteorologi BBMKG Wilayah IV Makassar, Rizky Yudha Pahlawan mengatakan, hujan lebat yang mengguyur Kota Makassar, sebagian Maros, dan dipengaruhi oleh proses konveksi yang kuat yang mengakibatkan tumbuhnya awan hujan.
"Proses konfeksi yang cukup kuat di sekitaran Makassar. Sehingga tumbuh awan hujan," kata Rizky Yudha Pahlawan.
Ia mengatakan, Kota Makassar belum memasuki musim hujan meskipun diprediksi akan terjadi hujan dalam beberapa hari ke depan.
Ia mengatakan, awal musim hujan di Kota Makassar diprediksi pada awal bulan Desember.
Sebelumnya, hujan mengguyur kota bunga Malino, Kecamatan Tinggi Moncong, Kabupaten Gowa pada Jumat pekan lalu.
Prakirawan BBMKG Makassar, Farid mengatakan wilayah Malino Kabupaten Gowa mulai diguyur hujan ringan pada 17 Oktober 2026.
"Ada hujan sangat ringan di tanggal 17 lalu, dan hari ini yang lumayan lebat," katanya.
Dikutip laman BMKG, Sulsel masuk dalam daftar daerah di Indonesia yang umumnya didominasi oleh kondisi cerah berawan hingga hujan ringan periode 23-25 Oktober 2026.
Sulsel dan Sulawesi Barat (Sulbar) diprediksi mengalami peningkatan hujan dengan intensitas sedang untuk Pulau Sulawesi.
Kondisi yang sama diprediksi terjadi di Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu.
Begitu juga dengan Provinsi Banten, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur,
Termasuk Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan di wilayah timur Indonesia.
Sementara itu, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jawa Barat, dan Kalimantan Utara mendapatkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat).
Prediksi angin kencang pada periode 23-25 Oktober berpotensi melanda Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.
Sebelumnya, sejumlah wilayah di Indonesia diguyur hujan lebat hingga esktrem pada periode 19-21 Oktober 2026.
Curah hujan harian tercatat sebesar 190,6 mm/hari di Sumatera Utara, 130,7 mm/hari di Sumatera Barat, 119,0 mm/hari di Aceh, 83,0 mm/hari di Kalimantan Barat, dan 78 mm/hari di Papua Tengah.
Kejadian tersebut dipicu oleh aktivitas MJO, Gelombang Kelvin, Gelombang Mixed Rossby-Gravity (MRG), perlambatan dan pertemuan angin, serta suhu muka laut yang relatif hangat.
Faktor-faktor tersebut dapat mendukung perkembangan awan konvektif, terutama di Sumatera bagian utara dan barat serta sebagian Kalimantan.






