MAKASSAR, SULSEL.POJOKSATU.id - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, memberikan atensi terkiat prediksi adanya pergeseran awal musim hujan Makassar tahun 2026. Hal itu berpotensi memengaruhi kesiapan Kota Makassar menghadapi cuaca ekstrem pada musim hujan 2026.
Munafri Arifuddin, yang akrab disapa Appi, mengatakan periode kering yang berlangsung cukup panjang harus diantisipasi dengan memastikan saluran air berfungsi optimal sebelum hujan kembali meningkat.
Hal tersebut disampaikan Appi saat memantau kondisi cuaca dan perkembangan kualitas udara di Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Hasanuddin Makassar, Jumat (16/10/2026).
Berdasarkan informasi yang diterimanya dari BMKG, potensi hujan diperkirakan bergeser sekitar satu bulan, dengan peluang hujan mulai meningkat pada akhir November hingga awal Desember.
Kondisi ini menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk memperkuat kesiapan infrastruktur dan mengantisipasi risiko banjir.
“Kalau sudah terlalu lama kering, ketika hujan turun, kita harus mengantisipasi berbagai kemungkinan. Karena itu, semua harus kita persiapkan bersama-sama,” ujar Appi.
Untuk memperkuat langkah antisipasi, Appi berencana memanggil para camat, lurah, dan satuan tugas terkait guna memastikan koordinasi berjalan hingga tingkat wilayah.
Pemkot Makassar juga meningkatkan upaya normalisasi saluran drainase, pengangkatan sampah, serta pembersihan sedimen yang berpotensi menghambat aliran air. Koordinasi dengan pihak terkait akan diperkuat untuk menangani saluran dan kanal, termasuk mengangkat sedimen dalam skala lebih besar.
“Sekarang kita masif melakukan normalisasi saluran, mengangkat sampah, dan membersihkan sedimen,” katanya.
Appi turut meminta seluruh instansi yang berkantor di Makassar rutin membersihkan lingkungan dan saluran air di sekitar kantor masing-masing. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga kelancaran aliran air ketika hujan turun.
“Saya juga akan menyampaikan kepada seluruh instansi agar setiap hari membersihkan wilayah di sekitar kantornya sehingga aliran air tidak terhambat,” lanjutnya.
Dia menegaskan, berbagai faktor yang berpotensi menghambat aliran air harus segera diidentifikasi dan ditangani. Waktu sebelum peningkatan intensitas hujan perlu dimanfaatkan untuk memaksimalkan kesiapan drainase dan kanal.
“Kita tidak punya banyak waktu. Faktor-faktor yang menghambat aliran air harus segera kita benahi. Sedimen perlu diangkat agar aliran air bisa lebih maksimal,” tegas Appi.






