POJOKSULSEL, MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) IX Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Selatan (MUI Sulsel) 2026 di Four Points by Sheraton, Makassar, Sabtu (22/8/2026).

Musda IX MUI Sulsel mengusung tema “Meneguhkan Peran Ulama dalam Merekatkan Ukhuwah dan Mengawal Transformasi Umat Menuju Sulawesi Selatan yang Berkeadaban”.

Dalam sambutannya, Andi Sudirman Sulaiman menekankan pentingnya peran ulama dalam memberikan nasihat dan masukan kepada pemerintah. Menurutnya, kritik terhadap pemerintah tetap diperlukan, namun harus disampaikan dengan cara yang bijaksana atau bil hikmah.

Baca Juga: Tasming Hamid Buka Kegiatan Religiusitas Pelajar SMP, Dorong Penguatan Literasi Alquran

“Kita berharap Majelis Ulama ini berani menyampaikan kepada pemerintahnya, termasuk kami sebagai gubernur, tapi dengan cara-cara bil hikmah,” kata Andi Sudirman seperti disiarkan langsung YouTube MUI Sulawesi Selatan.

Ia bahkan mempersilakan MUI memanggil dirinya jika terdapat kebijakan pemerintah yang dinilai perlu diperbaiki.

“Panggil gubernur, sampaikan, inilah yang harus diperbaiki. Saya sangat salut dengan Pak Ketua Majelis Ulama ini. Terlalu jauh tawadunya,” ujarnya.

Baca Juga: UIN Alauddin Makassar Diganjar Penghargaan BLU Terbaik PTKIN, Prof Andi Aderus Sorot Kerja Bersama

Andi Sudirman Sulaiman kemudian mengenang sosok almarhum KH Sanusi Baco yang dinilainya memiliki cara tersendiri dalam memberikan teguran.

Ia menceritakan pengalaman yang pernah disampaikan kepadanya oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Sulsel saat itu, Suherman.

Dalam cerita tersebut, Suherman mengantar KH Sanusi Baco menggunakan mobil dalam perjalanan untuk menghadiri agenda pembacaan doa. Karena kendaraan melaju cukup kencang, Suherman kemudian mendapat teguran dari sang kiai.

Baca Juga: 13 Prodi Politeknik Negeri Ujung Pandang Kini Akreditasi Unggul, Terbanyak Rumpun Teknik Mesin

Namun, teguran tersebut disampaikan dengan cara yang halus dan penuh makna.

“Dia bilang begini, ini mobilmu ini kayaknya lebih baru daripada mobilku,” tutur Andi Sudirman Sulaiman menirukan ucapan KH Sanusi Baco.

Suherman kemudian bertanya alasan sang kiai mengatakan hal tersebut.

“Karena lebih kencang larinya daripada mobilku,” lanjut Andi Sudirman Sulaiman.

Menurut dia, cara KH Sanusi Baco menyampaikan teguran tersebut menjadi contoh bagaimana seorang ulama dapat memberikan nasihat dengan cara bil hikmah. "Ini cara menegur yang sangat halus," katanya.

Baca Juga: Nama-Nama Perwira Polri Sertijab dan Dilantik di Polrestabes Makassar Agustus 2026

Andi Sudirman Sulaiman berharap pola komunikasi seperti itu tetap dikedepankan di tengah perkembangan media sosial. Ia menilai, masyarakat saat ini kerap terbawa arus media sosial hingga mudah terjebak dalam sikap antipati, saling menyudutkan, dan mempertajam perbedaan.

"Coba penyampaian-penyampaian seperti itu sudah langkah disampaikan sekranga. Cenderung terbawa dengan medsos, terbawa dengan antipati, saling menadu dan lain sebagainya,” ujar Andi Sudirman Sulaiman.

Ia mengingatkan bahwa setiap manusia memiliki kekurangan. Namun, di sisi lain, setiap orang juga memiliki kebaikan yang patut dihargai.

Baca Juga: Daftar 17 Kepala KUA Dilantik Agustus 2026 di Sulawesi Selatan, Ini Nama dan Wilayah Tugasnya

“Semua orang punya kekurangan, tapi semua membawa kebaikan dan sebagainya,” ujarnya.

Andi Sudirman mengatakan, pemerintah memiliki penghormatan yang tinggi terhadap para ulama dan guru. Menurutnya, nasihat dari para ulama menjadi bagian penting dalam membimbing pemerintah agar dapat menjalankan amanah dengan lebih baik.

"Saya berpikir, sehingga kami pandangannya kepada guru-guru kita sangat luar biasa. Karena seperti kita ini anak, untuk kemudian bagaimana dinasehati," katanya. ***