POJOKSULSEL, GOWA - Tata kelola Badan Layanan Umum (BLU) UIN Alauddin Makassar terbaik tingkat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Wakil Rektor II UIN Alauddin Makassar Prof. Andi Aderus, raih penghargaan prestasi terbaik dalam kepatuhan pengelolaan BLU tingkat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri.

Penghargaan tersebut diserahkan Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis kepada Prof Andi Aderus dalam rangkaian upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Kampus II UIN Alauddin Makassar.

Baca Juga: 13 Prodi Politeknik Negeri Ujung Pandang Kini Akreditasi Unggul, Terbanyak Rumpun Teknik Mesin

Capaian ini menjadi pengakuan atas konsistensi UIN Alauddin dalam menjaga kepatuhan pengelolaan BLU. Namun bagi Prof. Andi Aderus, penghargaan tersebut bukanlah capaian personal maupun semata-mata milik Bidang II AUPK.

Ia menyebut penghargaan itu merupakan buah dari kerja kolektif seluruh unsur kampus.

“Penghargaan ini merupakan apresiasi atas komitmen dan kerja bersama seluruh sivitas dalam menjaga tata kelola BLU yang baik,” ujar Prof. Andi Aderus.

Baca Juga: Nama-Nama Perwira Polri Sertijab dan Dilantik di Polrestabes Makassar Agustus 2026

Menurutnya, penghargaan tersebut justru menjadi pemacu untuk terus membenahi pengelolaan administrasi, perencanaan, dan keuangan di lingkungan UIN Alauddin.

Kepatuhan terhadap regulasi, kata dia, tidak boleh berhenti pada pemenuhan kewajiban administratif.

Kepatuhan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas layanan yang dirasakan langsung oleh sivitas akademika dan masyarakat.

Baca Juga: Daftar 17 Kepala KUA Dilantik Agustus 2026 di Sulawesi Selatan, Ini Nama dan Wilayah Tugasnya

“Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kepatuhan, transparansi, dan kualitas pengelolaan BLU, baik dalam layanan akademik maupun penunjang akademik,” katanya.

Prof. Andi Aderus menegaskan, pengelolaan BLU idealnya tidak hanya berorientasi pada tertib administrasi dan regulasi.

Lebih jauh, tata kelola tersebut harus mampu menciptakan layanan universitas yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Dengan capaian tersebut, UIN Alauddin diharapkan semakin memperkuat budaya tata kelola yang baik sekaligus memastikan pengelolaan BLU memberi manfaat nyata bagi warga kampus dan masyarakat.

“Peningkatan kualitas layanan harus dapat memberikan dampak positif bagi seluruh sivitas akademika dan masyarakat,” tandas Guru Besar Teologi Wasathiyyah itu. ***