MAKASSAR, SULSEL.POJOKSATU.id - Sebanyak tujuh tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) lolos ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional KE-39 (PIMNAS ke-39) tahun 2026.

PNUP bersama Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) dan Politeknik Negeri Madiun (PNM) menjadi perguruan tinggi vokasi terbanyak meloloskan tim ke PIMNAS 2026.

Kelolosan tersebut ditetapkan berdasarkan hasil Penilaian Kemajuan Pelaksanaan PKM (PKP2) yang berlangsung pada 14-19 September 2026. Selanjutnya, PIMNAS ke-39 dijadwalkan berlangsung pada 2-7 November 2026 di Universitas Diponegoro, Semarang.

Tujuh tim PNUP berasal dari bidang riset eksakta, karsa cipta, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), serta pengabdian kepada masyarakat. Topik yang diangkat mencakup persoalan kesehatan, konstruksi, industri pengolahan pangan, lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Direktur PNUP, Prof. Rusdi Nur, mengapresiasi mahasiswa, dosen pembimbing, serta jajaran Bidang Kemahasiswaan dan Alumni yang terlibat dalam proses pembinaan hingga tahap seleksi nasional.

Menurutnya, keberhasilan meloloskan tujuh tim merupakan hasil kerja bersama dalam mendorong budaya akademik yang produktif, kreatif, dan berorientasi pada inovasi.

Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni PNUP, Dr. Andi Muhammad Subhan mengatakan pembekalan dan pendampingan berkelanjutan menjadi bagian dari upaya kampus mempersiapkan mahasiswa menghadapi kompetisi nasional.

Salah satu langkah yang dilakukan ialah pembekalan dan simulasi PKP2 PKM 2026 di Aula Lantai 3 PNUP. Kegiatan tersebut ditujukan untuk membantu mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi tahapan evaluasi program.

Menurut Subhan, lolosnya tujuh tim ke PIMNAS menjadi indikator hasil pembinaan kreativitas, riset, dan inovasi mahasiswa yang dijalankan kampus.

Tujuh tim PNUP lolos ke PIMNAS 2026:

Mukmin Mukhtar Jaya, PKM Riset Eksakta, dengan inovasi pemanfaatan selulosa asetat dari limbah puntung rokok sebagai alternatif serat penstabil pada aspal mastik batu.

Zalfa Nur Nadhifa, PKM Karsa Cipta, melalui inovasi sistem sensor kimia cerdas berbasis kecerdasan buatan, perangkat tepi, dan spektroskopi gelombang elektromagnetik untuk deteksi dini risiko stunting.

Nurhanifa Dinia, PKM Penerapan IPTEK, dengan inovasi otomatisasi mesin pengekstrak sentrifugal dwifungsi berbasis sistem kendali cerdas guna memperkuat kapasitas produksi sirup markisa UMKM Sinar Malino.

Iffah Nafisa Az-Zahra, PKM Penerapan IPTEK, melalui penerapan teknologi komposter vertikal terpadu berbasis lalat tentara hitam untuk mengolah limbah okara di Industri Tahu Pa’Eko.

Muh. Herlan Pratama, PKM Karsa Cipta, dengan inovasi rompi pintar terintegrasi internet dan kendali kecerdasan buatan untuk deteksi dini penculikan anak serta identifikasi forensik pelaku.

Muh. Sayyirul Riadil Al Latief, PKM Pengabdian kepada Masyarakat, melalui program silase hijau berupa sirkularisasi jerami jagung sebagai solusi pengolahan limbah hijau pada Kelompok Dasawisma Tompobulu.

Syera Clarissa Natalia, PKM Pengabdian kepada Masyarakat, dengan program transformasi limbah sekam padi menjadi pakan fermentasi kaya nutrisi untuk mendorong embrio wirausaha muda dan memperkuat ketahanan pakan di Desa Maggenrang.