MAKASSAR, SULSEL.POJOKSATU.id - Kompetisi Panahan Tradisional Forum Kota (Forkot) Makassar 2026 diikuti 176 peserta di Lapangan Masjid Agung 45, Makassar, Minggu (18/10/2026). Ajang ini menjadi ruang bagi para pemanah untuk menguji kemampuan sekaligus mendorong pembinaan atlet, termasuk dari kalangan usia muda.

Peserta dari berbagai klub dan wilayah di Makassar mengikuti sejumlah kategori pertandingan, di antaranya U13, U18, dan beregu. Kompetisi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas partisipasi masyarakat dalam olahraga panahan tradisional.

Kegiatan diselenggarakan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Makassar bersama Pemerintah Kota Makassar dan Persatuan Panahan Tradisional Indonesia (PERPATRI) Makassar. Pembukaan dilakukan oleh Ketua KORMI Kota Makassar.

Ketua Panitia Kompetisi Panahan Tradisional Forkot Makassar 2026, Andi Bathilar, mengatakan kelancaran kegiatan tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk peserta dan klub yang berpartisipasi.

“Alhamdulillah, kami bersyukur kegiatan Kompetisi Panahan Tradisional Forkot Makassar 2026 dapat berlangsung dengan lancar dan baik. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, mulai dari penyelenggara, peserta, klub, hingga semua pihak yang ikut menyukseskan kegiatan ini,” ujar Andi Bathilar.

Menurutnya, kompetisi seperti Forkot diperlukan untuk memberikan ruang bertanding bagi para pemanah sekaligus menambah pengalaman dan mendorong perkembangan panahan tradisional di Makassar.

Kehadiran kategori U13 dan U18 juga membuka ruang partisipasi bagi atlet usia muda. Melalui kompetisi, para peserta diharapkan dapat mengasah kemampuan, membangun kepercayaan diri, dan membiasakan diri dengan suasana pertandingan.

Selain mengejar prestasi, peserta dituntut menjunjung sportivitas selama berkompetisi. Ajang tersebut juga menjadi kesempatan bagi pegiat panahan dari berbagai klub untuk mempererat hubungan dan bertukar pengalaman.

Andi Bathilar berharap Kompetisi Panahan Tradisional Forkot Makassar dapat kembali digelar pada 2027 dengan penyelenggaraan yang lebih baik dan jumlah peserta yang meningkat.

“Harapan kami, insyaallah event ini bisa kembali terlaksana pada tahun depan. Semoga penyelenggaraan berikutnya semakin baik, pesertanya semakin banyak, dan panahan tradisional semakin berkembang serta diminati masyarakat Kota Makassar,” katanya.

Panitia berharap keberlanjutan kompetisi tersebut dapat memperluas pengenalan olahraga panahan tradisional kepada masyarakat, khususnya generasi muda, sekaligus menjaga kesinambungan pembinaan atlet di Kota Makassar.