POJOKSULSEL, MAKASSAR - Pemerintah Kecamatan Biringkanaya menertibkan aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Poros Asrama Haji Sudiang, Kelurahan Bakung, Kota Makassar, Jumat (30/1/2026).

Penertiban sejumlah lapak di Kawasan Jalan Poros Asrama Haji Sudiang dilakukan karena menjadi pemicu kemacetan, terutama saat musim haji.

Sejumlah lapak liar berdiri di atas saluran drainase dan memakan badan jalan, sehingga mempersempit ruas jalan serta mengganggu kelancaran arus lalu lintas di Jalan Poros Asrama Haji Sudiang.

Penertiban tersebut dipimpin langsung Lurah Bakung, Nani Handayani, SH, dengan dukungan penuh Camat Biringkanaya, Juliaman. Kegiatan ini juga melibatkan lintas sektor, mulai dari Satpol PP, TNI-Polri, hingga Linmas Kelurahan Bakung.

Camat Biringkanaya, Juliaman, mengatakan penertiban merupakan hasil sinergi antara pemerintah wilayah, aparat keamanan, dan masyarakat demi menciptakan lingkungan yang tertib dan nyaman.

Baca Juga: Sikap Mahasiswa Luwu Raya terkait Pemekaran Usai Hadiri Silaturahim Gubernur Sulsel

“Penertiban difokuskan di Jalan Poros Asrama Haji RT 03 RW 010 yang selama ini digunakan PKL untuk berjualan di atas drainase,” ujar Juliaman.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi mengganggu ketertiban umum dan keselamatan pengguna jalan, mengingat kawasan tersebut merupakan akses penting bagi masyarakat.

Penertiban di depan Asrama Haji Sudiang ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan serupa yang sebelumnya dilakukan di Jalan Pajjayang, tepatnya di depan GOR Sudiang, beberapa waktu lalu.

Juliaman menjelaskan, kegiatan dimulai sekitar pukul 13.30 WITA dan berlangsung hingga selesai. Seluruh proses berjalan aman, tertib, dan terkendali tanpa adanya gesekan di lapangan.

“Kami mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Alhamdulillah, semua berjalan lancar,” jelasnya.

Baca Juga: Jumat Sehati Jumpa Berlian, Bawaslu Sulsel Perkuat Kebersamaan dan Kepedulian Lingkungan

Dalam penertiban tersebut, petugas menemukan delapan lapak PKL yang telah berdiri sekitar 10 tahun di atas saluran drainase, tepat di depan pagar kawasan Asrama Haji. Keberadaan lapak tersebut kerap menjadi penyebab kemacetan, terutama saat musim haji.

“Kami sudah melakukan survei dan sosialisasi sebanyak tiga kali. Ada delapan lapak, dan Alhamdulillah sudah ada kesepakatan untuk dibongkar secara aman dan damai,” ungkap Juliaman.

Sebagai solusi, Pemerintah Kecamatan Biringkanaya telah menyiapkan lokasi relokasi bagi para pedagang di kawasan Terminal Daya, agar aktivitas usaha tetap dapat berjalan tanpa mengganggu fungsi ruang publik.

Selain di Jalan Poros Asrama Haji, penertiban juga dilakukan di depan Sekolah Luar Biasa (SLB) 2 Makassar. Selama ini, lapak liar di lokasi tersebut menutupi area sekolah dan mengganggu akses serta pandangan lingkungan pendidikan.

“Pihak sekolah menyampaikan rasa syukur karena lingkungan sekolah kini lebih terbuka dan tertata setelah penertiban,” pungkas Juliaman.  ***