POJOKSULSEL. MAKASSAR - Sebanyak 43 SMA dan SMK di Kota Makassar menggelar Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) secara serentak, Rabu (30/9/2026).

Pemilihan Ketua OSIS serentak di Kota Makassar tidak hanya menjadi agenda pemilihan pengurus OSIS. Pilketos dimanfaatkan sebagai ruang bagi siswa untuk merasakan langsung proses demokrasi melalui pemungutan suara di sekolah.

KPU Kota Makassar ikut memantau pelaksanaan Pilketos di lima sekolah, yakni SMA Negeri 21, SMA Negeri 5, SMA Negeri 12, SMA Negeri 9, dan SMA Negeri 10 Makassar.

Pemantauan dilakukan untuk melihat secara langsung partisipasi siswa serta proses pemilihan yang berlangsung di masing-masing sekolah.

Di SMA Negeri 21 Makassar, sebanyak 1.280 siswa mengikuti Pilketos. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Andi Iqbal Nadjamuddin turut hadir bersama KPU Provinsi Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Skuad Garuda Bungkam Bangladesh 9-2 di Laga Penentuan

Iqbal mengatakan Pilketos memberikan pengalaman demokrasi secara langsung kepada siswa.

“Pilketos ini memberikan pengalaman demokrasi yang menyenangkan bagi siswa. Mereka belajar memilih dan menentukan pemimpinnya melalui proses yang demokratis,” ujarnya.

Ketua KPU Provinsi Sulawesi Selatan Hasbullah mengatakan Pilketos juga menjadi kesempatan bagi KPU untuk melihat pola partisipasi pemilih dari kalangan pelajar.

“Kami menjadikan Pilketos ini sebagai laboratorium untuk melihat bagaimana partisipasi siswa dan bagaimana mereka menyampaikan gagasan secara riang gembira,” katanya.

Sementara itu, di SMA Negeri 5 Makassar, sebanyak 1.297 siswa mengikuti proses pemilihan.

Baca Juga: PPA Sulsel Ingatkan Jangan Tunggu Kasus Viral, Pastikan Pesantren dan Sekolah Jadi Ruang Aman Anak

Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Kota Makassar Hambaliie memimpin pemantauan di sekolah tersebut.

Kepala SMA Negeri 5 Makassar Sudirman Kadir berharap pengalaman mengikuti Pilketos dapat menjadi dasar bagi siswa dalam memahami prinsip demokrasi.

“Ini menjadi tonggak awal bagi siswa untuk mengenal netralitas, kejujuran, dan tanggung jawab dalam berdemokrasi,” ungkapnya.

Hambaliie menilai pelaksanaan Pilketos di sekolah tersebut telah berjalan secara terstruktur, termasuk dalam pengaturan alur pemilih dan jadwal pemungutan suara.

Di SMA Negeri 12 Makassar, proses Pilketos diikuti 1.130 siswa.

Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kota Makassar Muh. Abdi Goncing mengatakan Pilketos dapat menjadi bentuk pendidikan demokrasi yang diterima siswa melalui pengalaman langsung.

“Pilketos ini merupakan miniatur pemilu, yang memberikan pembelajaran langsung kepada siswa tentang demokrasi elektoral,” tuturnya.

Baca Juga: Dekan FST UIN Alauddin Bahas Kompetensi Lulusan Usai Kunjungi TMMIN dan Bukaka, Tegaskan Hal Ini

Abdi berharap pendidikan demokrasi melalui kegiatan serupa dapat terus dilakukan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Pemantauan berikutnya dilakukan di SMA Negeri 9 Makassar yang memiliki 1.200 siswa.

Ketua KPU Kota Makassar Andi Muhammad Yasir Arafat mengatakan antusiasme siswa dalam mengikuti pemungutan suara menjadi bagian dari proses membangun budaya demokrasi sejak usia sekolah.

“Euforia siswa di bilik suara menunjukkan bahwa mereka menikmati proses demokrasi. Ini menjadi pembelajaran penting untuk menumbuhkan sikap demokratis sebagai cermin demokrasi bangsa,” ujarnya.

Sementara di SMA Negeri 10 Makassar, sebanyak 1.280 siswa mengikuti Pilketos.

Baca Juga: Rakor Peningkatan Kinerja, Tasming Hamid Minta Aparatur Pastikan Kerja Berdampak bagi Masyarakat

Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kota Makassar Sapri bersama Sekretaris KPU Kota Makassar Muh. Saleh Thahir memantau langsung pelaksanaan pemilihan.

Sapri menilai proses Pilketos harus mampu mendorong lahirnya pemimpin OSIS yang tidak hanya dikenal banyak siswa, tetapi juga memiliki integritas.

“Pilketos merupakan momentum penting bagi sekolah untuk melahirkan pemimpin OSIS yang berintegritas, yang dipilih berdasarkan kepercayaan warga sekolah, bukan semata-mata karena popularitas,” tegasnya.

Secara umum, Pilketos Serentak 2026 di 43 SMA dan SMK se-Kota Makassar berlangsung kondusif. ***