POJOKSULSEL, MAKASSAR - Sebanyak 464 kepala sekolah SD dan SMP di Kota Makassar mengikuti asesmen kepala sekolah yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar di Hotel Claro Makassar, Senin (21/9/2026).

Peserta asesmen terdiri dari 314 kepala sekolah SD negeri, 55 kepala sekolah SMP negeri, dan 95 kepala sekolah SMP swasta.

Asesmen ratusan kepala sekolah menjadi bagian dari upaya Pemkot Makassar mengevaluasi sekaligus memetakan kondisi satuan pendidikan.

Kepala sekolah diminta tidak hanya mengikuti proses evaluasi, tetapi juga menyampaikan persoalan yang dihadapi sekolah masing-masing.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi mengatakan informasi dari kepala sekolah dibutuhkan pemerintah untuk menentukan kebutuhan dan langkah pembenahan pendidikan.

Baca Juga: Video Penganiayaan Pekerja di Hertasning Viral di Medsos, Polisi Tangkap Pelaku di Gowa

Ia meminta kepala sekolah aktif menyampaikan persoalan yang dianggap krusial kepada Dinas Pendidikan Kota Makassar.

"Harapan kita seluruh kepala sekolah menjalankan program dan hal sangat krusial yang terjadi di sekolah,” kata Appi dalam keterangan tertulis.

Menurut Appi, pembenahan pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada capaian akademik. Kualitas tenaga pendidik, kurikulum, karakter peserta didik hingga kondisi infrastruktur juga perlu dipetakan.

“Tentu, kualitas tenaga pendidik, kurikulum, hingga pembentukan karakter peserta didik. Yang penting hari ini bagaimana persoalan sekolah ini bisa kita selesaikan secara bersama-sama,” ujarnya.

Appi juga mengingatkan kepala sekolah dan guru agar mengikuti perubahan teknologi. Menurutnya, peserta didik saat ini tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Baca Juga: Jalan Tanete-Tanaberu Bulukumba Mulai Mulus, Petani Ungkap Perubahan yang Dirasakan

“Kita hidup di dalam dunia algoritma, kita hidup di dalam dunia artificial intelligence yang beberapa tahun lalu hanya merupakan khayalan masa depan dan hari ini kita hidup di dalamnya,” katanya.

Karena perubahan tersebut, Pemkot Makassar tengah mempersiapkan penguatan kurikulum pada sekolah negeri. Pendidikan budi pekerti, tata krama, agama dan nilai budaya lokal menjadi sejumlah aspek yang mendapat perhatian.

Appi menilai kemampuan akademik harus berjalan bersama pembentukan karakter.

“Generasi yang baik bukan hanya pintar secara intelektual, tetapi juga punya pendidikan akhlak yang baik,” ujarnya.

Selain kurikulum, pemerintah juga akan memetakan kebutuhan infrastruktur dan tenaga pendidik di sekolah.

Appi mengatakan pemenuhan guru harus memperhatikan kondisi dan kebutuhan peserta didik, termasuk ketersediaan guru agama bagi siswa dari kelompok minoritas.

Pemkot Makassar juga menaruh perhatian terhadap sekolah yang masih menghadapi persoalan status atau sengketa.

“Kami Pemerintah Kota akan menyelesaikan untuk memastikan jangan berlarut-larut dan supaya ada kepastian,” kata Appi.

Baca Juga: Siswa MAN IC Gowa Tembus Podium OSN Nasional, Muhammad Fadhilaturrahman Raih Medali Perak

Appi berharap asesmen tersebut tidak berhenti sebagai evaluasi administratif. Hasilnya harus dapat digunakan untuk membaca persoalan nyata di sekolah dan menjadi dasar penyusunan langkah pembenahan pendidikan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman mengatakan 464 peserta dalam asesmen tersebut berasal dari tiga kelompok, yakni 314 kepala sekolah SD negeri, 55 kepala sekolah SMP negeri, dan 95 kepala sekolah SMP swasta.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan MoU Bank Sampah pada satuan pendidikan Kota Makassar.

Achi mengatakan terdapat 86 inovasi lingkungan yang telah dicanangkan pada jenjang SD dan SMP di Kota Makassar.

Menurutnya, program lingkungan di sekolah perlu diterapkan dalam kebiasaan sehari-hari, bukan hanya disampaikan sebagai materi pembelajaran.

Baca Juga: Tasming Hamid Serahkan Ranperda APBD Perubahan 2026 ke DPRD Parepare

“Kami berharap kerja sama ini menjadi langkah nyata untuk membangun sekolah yang bersih, sehat, peduli lingkungan, sekaligus mendidik generasi yang bertanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan,” ujar Achi. ***