POJOKSULSEL, MAKASSAR - Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar (Kakan Kemenag Makassar) H Muhammad, melakukan audiensi dengan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin.
Pertemuan Kakan Kemenag Makassar H Muhammad dan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin berlangsung di Balai Kota Makassar, Senin (10/11/2025).
Appi, sapaan Wali Kota Makassar, menyambut hangat kunjungan silaturahmi H Muhammad pasca dilantik sebagai Kakan Kemenag Makassar pada awal bulan November.
Baca Juga: 20 Kilogram Narkotika Dimusnahkan di Mako Polrestabes Makassar, Catat 6 Kasus Jadi Atensi Publik
H Muhammad memperkenalkan diri sebagai pimpinan baru Kemenag Kota Makassar. Ia berharap agar koordinasi lintas lembaga dapat terus terjalin dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Sementara itu, Appi menegaskan peran penting Kemenag dalam membangun kehidupan masyarakat yang toleran, berdaya dan berkarakter.
Ia menilai Kemenag menjadi sentral bagi Pemkot Makassar dalam memastikan kehidupan beragama berjalan damai dan inklusif.
Baca Juga: Kapolda Sulsel Jelaskan Motif di Balik Penculikan Bilqis, 4 Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara
"Kadang intoleransi itu tidak tampak di permukaan, tapi ada kelompok tertentu yang menimbulkan ketidaknyamanan. Karena itu, saya ingin agar Makassar keluar dari zona intoleran," jelas Appi dikutip rilis Humas Pemkot Makassar.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi dalam memperkuat lembaga keagamaan seperti BAZNAS dan berbagai badan keislaman yang berfungsi mendukung kesejahteraan umat.
Pada kesempatan itu, Appi menekankan perlunya perlunya pelayanan di daerah kepulauan di Makassar.
Baca Juga: Pelantikan Junda Maulana sebagai Sekda Sulbar Disaksikan 3 Pejabat Pemerintah Pusat, Ini Sosoknya
Ia menjelaskan masih hampir seluruh pulau belum memiliki Kantor Urusan Agama (KUA) kecuali Barrang Lompo.
"Kalau di pulau belum ada KUA, masyarakat terpaksa ke darat untuk menikah. Ini jadi perhatian bersama agar pelayanan Kemenag bisa menjangkau semua wilayah," katanya.
Appi juga berharap kegiatan besar keagamaan dapat dikelola secara inklusif, dengan saling menghargai antarumat beragama.
“Kalau ada kegiatan umat Islam, teman-teman dari agama lain kita harapkan bisa hadir, begitu juga sebaliknya. Ini wujud kebersamaan kita di Kota Makassar,” ujarnya.
Selain itu, Munafri meminta menekankan pentingnya perhatian terhadap anak-anak di wilayah yang kurang mendapat pembinaan keagamaan. Ia menyoroti kondisi anak-anak yang terpaksa mencari pekerjaan padahal masih di usia belajar.
“Masih banyak anak usia belasan tahun di beberapa kampung yang sudah mencari pekerjaan karena kurang pembinaan. Saya harap Kemenag bisa ikut mendorong pendidikan informal, seperti program paket belajar,” ujarnya.
***




