POJOKSULSEL, MAKASSAR - Sejumlah dosen Universitas Muslim Indonesia (UMI) memberikan pelatihan di Kabupaten Kepulauan Selayar, pada awal Oktober.

Pelatihan yang dilakukan dosen UMI di Kabupaten Kepulauan Selayar itu sebagai bentuk pengabdian ke masyarakat (PkM).

PkM dosen UMI di Kepulauan Selayar kali ini dilaksanakan di SMA Negeri 1.

Baca Juga: Nama-Nama Guru Besar Baru Unhas Lintas Bidang Ilmu, 3 di Antaranya Perempuan

Pada saat ini berfokus pada upaya untuk meningkatkan literasi bahasa Inggris di kalangan siswa SMA Negeri 1 Kepulauan Selayar melalui pemanfaatan teknologi.

Dosen FIKOM UMI, Yulita Salim menjelaskan kegiatan PkM dilaksanakan oleh dosen bidang Teknologi Informasi berkolaborasi dengan dosen bidang Pendidikan Bahasa Inggris.

Ia menjelaskan, tema yang diusung dalam kegiatan ini Penggunaan Teknologi untuk Meningkatkan Literasi Bahasa Inggris di Sekolah Menengah Atas: Analisis Kompetensi Literasi Digital.

Baca Juga: Anwar Jaya Husain Pimpin Komisi III DPRD Jeneponto Tinjau Irigasi Waduk Karalloe

"Kegiatan PkM Tahun 2024 ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi bahasa Inggris siswa di SMA yang berada di Kepulauan Selayar yang saat ini menjadi salah satu keterampilan penting di era globalisasi,"Jelas Yulita Salim, dalam rilisnya, Selasa (15/10/2024).

Yulita Salim menambahkan, dalam dunia yang semakin terhubung, literasi bahasa Inggris tidak hanya penting untuk komunikasi, tetapi juga untuk mengakses sumber daya pendidikan dan informasi secara global.

"Melalui kegiatan ini, para dosen dan mahasiswa pengabdi menerapkan metode pembelajaran berbasis teknologi, memanfaatkan platform daring dan aplikasi pembelajaran bahasa Inggris “Wiyata” yang telah dapat di download melalui PlayStore," katanya.

Baca Juga: PPPK 2024, Andi Darmawan Bintang Angkat Bicara Status TPOP setelah Konsultasi Kemenpan RB

"Mereka juga melakukan pelatihan terkait digital literacy, yaitu kemampuan dalam memahami, menggunakan, dan memanfaatkan teknologi informasi dalam konteks pendidikan," sebut Yulita lebih jauh.

Yulita menjelaskan, salah satu poin utama dari kegiatan ini adalah penyediaan perangkat lunak dan sumber daya pembelajaran bahasa Inggris yang dapat diakses secara gratis oleh siswa.

"Pelatihan diberikan kepada guru dan siswa tentang cara memanfaatkan platform teknologi seperti aplikasi pembelajaran bahasa, situs-situs edukatif, serta penggunaan media sosial untuk melatih keterampilan berbicara dan menulis dalam bahasa Inggris," paparnya.

Ia juga menyambut baik, melalui kegiatan ini mendapat sambutan dari semua pihak, yang merasa terbantu terbantu dalam memahami teknologi yang dapat mendukung pembelajaran bahasa Inggris secara lebih efektif.

"Dengan adanya pengenalan terhadap berbagai platform digital juga meningkatkan minat siswa untuk belajar secara mandiri dan mengembangkan keterampilan literasi digital mereka. Dengan kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat lokal, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan, serta menjadi contoh program pengabdian masyarakat berbasis teknologi di wilayah lain," paparnya.

Baca Juga: Kapan Awal Musin Hujan di Sulsel? BMKG Jelaskan Peningkatan Suhu Udara

Mereka yang ikut dalam PkM, Lilis Nur Hayati, Awaluddin Syamsu.

***