POJOKSULSEL, MAKASSAR - Profil Prof Hamdan Juhannis MA PhD, Rektor UIN Alauddin Makassar Periode 2023-2027.
Menag RI Yaqut Cholil Qoumas kembali memilih Prof Hamdan Juhannis sebagai Rektor UIN Alauddin Makassar periode 2023-2027.
Prof Hamdan Juhannis dilantik sebagai Rektor UIN Alauddin periode 2023-2027 di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kemenag Jakarta, Jumat (11/8/2023).
Prof Hamdan Juhannis dilantik bersama dengan Prof Rosihon Anwar sebagai Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung beserta 5 pejabat Eselon II Kemenag RI.
Baca Juga: RSUD Andi Makkasau Kolaborasi PMI Gelar Donor Darah Meriahkan HUT RI ke 78
Berikut Profil Prof Hamdan Juhannis
Prof Hamdan Juhannis menulis buku berjudul Melawan Takdir. Buku itu mengisahkan kehidupannya sebagai anak desa tanpa penerangan, suka duka semasa sekolah, hingga petuah ibunda sebagai penyemangat.
Buku tersebut telah difilmkan dalam judul yang sama pada tahun 2018. Melawan Takdir. Saat itu, Prof Hamdan Juhannis menjabat sebagai Wakil Rektor IV UIN Alauddin Makassar.
Hanya berselang setahun peluncuran film Melawan Takdir, Prof Hamdan dilantik sebagai Rektor UIN Alauddin periode 2019-2023.
Tanggal 23 Juli 2019 adalah hari pertama Prof Hamdan Juhannis menjabat sebagai Rektor UIN Alauddin Makassar masa khidmat 2019-2023.
Baca Juga: Tim Unhas Juara Kompetisi Mahasiswa Nasional Bidang Ilmu Bisnis, Manajemen, dan Keuangan
Kini, tanggal 11 Agustus 2023, Prof Hamdan Juhannis kembali dilantik sebagai Rektor UIN Alauddin Makassar periode 2023-2027.
Prof Hamdan Juhannis adalah Guru Besar dalam bidang Sosiologi, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN AlauddinMakassar.
Pencapaian gelar akademik guru besar diraih Prof Hamdan Juhannis pada usia 37 tahun. Sekaligus sebagai profesor termuda di UIN Alauddin Makassar.
Prof Hamdan Juhannis lahir pada pada tahun 1970. Ia mulai mengabdi sebagai dosen IAIN Alauddin Ujung Pandang tahun 1996.
Baca Juga: Andi Darmawan Bintang Tegas Program Sulsel Anti Mager Sudah Sesuai Ketentuan
Jenjang pendidikan sarjana diselesaikan di IAIN Alauddin Ujung Pandang jurusan Sosiologi Agama.
Melanjutkan program magister di Kanada setelah menerima beasiswa magisternya di Islamic Studies Universitas McGill Montreal, Quebec Canada.
Sementara gelar, Ph.D dicapai di South East Asian Studies Australian National University ANU Canberra.
(***)




