POJOKSULSEL, MAKASSAR - Pernah melihat kucing mengeluarkan air mata dan mengira ia sedang sedih? Tunggu dulu. Menurut drh Tetty Barunawati Siagian, MSi, dosen IPB University, itu bukan tangisan seperti yang dialami manusia.

“Kucing tidak menangis seperti yang kita bayangkan. Jika kita melihat air mata mengalir di wajah kucing, itu biasanya karena iritasi atau masalah medis, bukan karena alasan emosional,”ujar Tetty, yang juga mengajar di Program Studi Paramedik Veteriner Sekolah Vokasi IPB University dilansir laman IPB.

Ia menjelaskan, air mata pada kucing biasanya muncul akibat iritasi atau gangguan medis di area mata. Misalnya debu, infeksi, atau masalah saluran air mata. Jadi, bukan karena mereka patah hati ditinggal pergi.

Baca Juga: Maros Catat Lonjakan Kasus DBD, Turikale Tertinggi, Dinas Kesehatan Dorong PHBS dan 3M

Namun, bukan berarti kucing tak punya perasaan. Hanya saja, cara mereka mengekspresikannya berbeda. Kucing lebih suka 'bicara' lewat meongan, desisan, atau bahkan aksi diam seribu bahasa.

“Meongan panjang bisa jadi tanda lapar, haus, atau butuh perhatian. Tapi kalau suaranya terus-menerus, bisa juga karena sakit,” beber Tetty.

Selain suara, bahasa tubuh juga jadi sinyal utama. Ekor yang dikibas cepat menandakan kekesalan. Sementara kucing yang menyendiri, malas makan, atau tidur berlebihan bisa jadi sedang sedih atau stres.

Baca Juga: Madrasah Makassar Masuk Piloting Kurikulum Berbasis Cinta, Ini 12 Satuan Pendidikan Pelopor KBC

“Perubahan kecil seperti kedatangan tamu atau pindah rumah bisa bikin kucing gelisah. Mereka sangat sensitif terhadap perubahan,” tambahnya.

Lalu, apa yang harus dilakukan kalau kucing terlihat ‘menangis’?

Pertama, periksa kebutuhan dasarnya, seperti makanan, air, dan kenyamanan tempat tinggal. Kedua, amati tanda-tanda fisik atau perilaku yang tidak biasa. Jika air mata disertai dengan kemerahan, bengkak, atau kotoran mata, segera bawa ke dokter hewan.

Baca Juga: Stok Beras Tertinggi Sejak 1969, Impor Disetop, CBP Tembus 3,7 Juta Ton

Tetty menegaskan, pemilik perlu lebih peka terhadap bahasa kucing. “Mereka mungkin tidak meneteskan air mata karena sedih, tapi bukan berarti tidak bisa merasakan,” tuturnya.

Dengan memahami cara kucing berkomunikasi, hubungan pemilik dan hewan peliharaan bisa lebih hangat. Karena, meski tak berkata-kata, kucing tetap punya cara untuk bilang: aku butuh kamu.

 ***