POJOKSULSEL, MAROS – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menunjukkan tren kenaikan.
Dinas Kesehatan atau Dinkes Maros mencatat 238 kasus sejak awal Januari hingga pekan kedua Mei 2025.
Angka itu hampir setengah dari total kasus DBD sepanjang 2024 yang mencapai 498 kasus.
"Wilayah dengan kasus tertinggi berada di wilayah kerja Puskesmas Turikale," ujar Kepala Dinas Kesehatan Maros, dr Muhammad Yunus .
Meski ada lonjakan kasus, Yunus memastikan belum ada korban jiwa. Sebagian besar pasien menjalani rawat jalan.
Ia menjelaskan, DBD disebabkan virus yang ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini tumbuh subur di lingkungan lembap dan genangan air.
“Faktor utamanya karena lingkungan yang tidak bersih. Tempat penampungan air yang jarang dibersihkan jadi sarang jentik,” bebernya.
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Maros mengimbau masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Termasuk menjaga kebersihan rumah dan pekarangan, serta menerapkan 3M: menguras, menutup, dan mengubur.
“Jangan lupa juga untuk rutin menguras bak mandi, menutup rapat tempat penyimpanan air, dan mengubur kaleng-kaleng bekas yang bisa menampung air hujan," kata Yunus dalam rilis Humas Pemkab Maros.
Dinkes juga menggencarkan edukasi dan pemantauan lewat jaringan puskesmas di seluruh kecamatan.
***




