BETUL sekali meme Bang Rhoma Irama "sungguh terlalu." Kalimat yang menggambarkan dugaan korupsi yang terjadi di Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar). Dugaan korupsi Unsulbar kembali membuka mata kita bahwa korupsi bisa dilakukan oleh siapa saja dan terjadi di mana saja.

Korupsi tidak mengenal latar belakang pendidikan. Penyandang gelar akademik tertinggi pun bisa korupsi. Gelar doktor sebagai sebutan capaian tertinggi dalam bidang akademik tidak menjadi penghalang akan kilau nafsu serakah uang atau kekayaan. Meski itu haram.

Baca Juga: Bahtiar Dipilih Jadi Pj Gubernur Sulsel? Putra Bone, Pernah Jabat Pjs Gubernur Kepri

Begitu juga dengan lokasinya, lembaga pendidikan yang seyogyanya menjadi penjaga moral pun tercabik dan tergerogoti. Dana yang diperuntukkan demi mempersiapkan generasi muda terbaik bangsa pun digerogoti. Miris!

Di lingkup Unsulbar, kasus dugaan korupsi Unsulbar kini menjadi cerita di ruang ruang akademik dan sudut-sudt kampus. Dugaan korupsi Unsulbar kembali menampar linkungan akademik di kampus terbesar di Sulbar tersebut.

Korupsi Unsulbar, bukan kali ini saja masuk ke ranah hukum. Tahun 2013 lalu, korupsi Unsulbar juga mencuat. Adalah penyidik Kejari Majene yang membuka tabir dugaan korupsi Unsulbar terkait proyek pembangunan Unsulbar tahun anggaran 2012.

Baca Juga: Inilah Daftar Lengkap Jadwal Praktek Dokter RSUD Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar

Sepuluh tahun berlalu, kembali dugaan korupsi Unsulbar mencuat. Korupsi lagi lagi terjadi di lingkup akademik dengan dugaan tersangka juga akademisi. Sebagaimana diberitakan, korupsi Unsulbar 2023 yang melibatkan mantan Rektor Unsulbar Akhsan Djalaluddin dan Wakil Rektor II Unsulbar Anwar Sulili. Keduanya masih dalam status tersangka.

Kasus dugaan korupsi Unsulbar ini ditangani Kejati Sulbar. Temuan penyidik atas dugaan korupsi Unsulbar adalah terkait anggaran pengadaan peralatan laboratorium terpadu Unsulbar tahun anggaran 2020. Anggaran Rp20 miliar. Dugaan kerugian negara mencapai Rp 8,1 miliar.

Obrolan dari sudut-sudut kampus dan kantin Unsulbar menguak fakta miris. Dari dugaan kerugian Rp8,1 miliar tersebut, terungkap kisah pilu dari pengadaan barang laboratorium Unsulbar. Salah satu item pengadaan adalah alat pencampur semen untuk laboratorium Unsulbar sebanyak dua unit.

Baca Juga: Siap-siap, Kemenag Mulai Seleksi Petugas Haji 2024, Anda Berminat?

Alat pencampur semen ini rencananya dipakai mahasiswa di laboratorium. Apa lacur, ternyata yang datang dalam boks pengadaan itu adalah mixer adonan kue. Inilah yang menjadi cerita lucu yang miris di kalangan orang kampus Unsulbar. Kok bisa?

Fakta ini sangat memilukan. Korupsi Unsulbar sudah sangat luar biasa. Apakah mereka yang melakukan itu tidak berpikir bahawa mesin pencampur semen sangat berbeda dengan mixer adonan kue? Sebegitu beraninyakah mereka melakukan mark up anggaran hingga hal remeh itu terjadi?

Jangankan penyidik kejaksaan yang sangat berpengalaman, orang biasa pun tau jika hal itu sangat berbeda. Anggaran belasan juta untuk mesin pencampur semen sebagai alat penelitian mahasiswa diganti dengan mixer adonan tepung terigu yang harganya hanya ratusan ribu. Betul lah kata Bang Rhoma Irama "sungguh terlalu."

Baca Juga: SIM Keliling Makassar Selama September 2023, Lengkap Jadwal, Lokasi, Serta Syaratnya

Cerita mixer adonan kue itupun menjadi obrolan miris di seputar kampus Unsulbar. Bahkan ada yang membuatnya menjadi cerita-cerita lucu. "Ah, mungkin mereka pikir sama saja antara mesin pencampur semen dengan mixer pencampur terigu untuk adonan kue."

Cerita tergantinya mesin pencampur semen menjadi mixer adonan tepung terigu untuk kue menjadi cerita pilu bin ajaib. Simpulan yang bisa dipetik adalah mereka sungguh berani dengan godaan uang yang amat luar biasa.

Bagaimana dengan pengawasan? Apakah pengawasan kurang sehingga hal itu terjadi? Aturan yang sudah dibuat sedemikian rupa pun pasti ada celah bagi mereka yang sudah bermental korup.

Baca Juga: Astaga, 3 Warga Bulukumba Ditangkap Resmob Polda Sulsel Gara-Gara Perampasan Kendaraan

Korupsi Unsulbar membuka mata kita, bahwa mereka yang melakukannnya sangat berani. Akal kecerdasannya sebagai akademisi dengan gelar tertinggi tersimpan di bawah tumpukan batu kali. Sehingga mereka pun sulit menemukannya.

Cerita lain yang berkembang atas dugaan korupsi Unsulbar adalah mereka yang prihatin dan salut akan persahabatan kedua tersangka. Keduanya sangat kompak. Baik ketika mereka memimpin Unsulbar, hingga saat ini berada dalam sel tahanan Kejati Sulbar.

Termasuk kekompakan mengatur uang yang diperuntukkan demi kepentingan pencerdasan mahasiswa Unsulbar. Kasus dugaan korupsi Unsulbar kini sudah bergulir di ranah hukum.

Baca Juga: Mantan Kasatpol PP Makassar Imam Hud Dituntut 5 Tahun Penjara

Ada harapan besar Kampus Unsulbar akan berkembang menjadi kampus luar biasa di provinsi yang baru berkembang itu. Sejak berdirinya, dari bentuk yayasan atau universitas swasta dan menjadi universitas negeri, tentu Unsulbar menjadi harapan besar orang Sulbar untuk mencetak generasi-generasi terbaiknya demi berkiprah dan membangun Sulbar kedepan.

Tetapi dengan fakta dugaan korupsi Unsulbar yang terjadi, harapan itu sedikit berkurang. Apa sebenarnya yang terjadi di kampus Unsulbar. Adakah benang kusut di lingkup birokrasi Unsulbar yang sulit terurai sehingga harapan kampus sebagai penjaga moral bangsa, wajahnya karut marut.

Baca Juga: Ketika Prof Hamdan Juhannis Anjurkan Warek 3 UIN Alauddin Rajin-Rajin Ngopi, Kok Bisa?

Harapan tentu masih ada dengan pimpinan kampus Unsulbar yang saat ini menjabat, seluruh dosen, dan tenaga pendidik untuk membuat sistem yang lebih baik di Unsulbar.

Serahkan kasus dugaan korupsi Unsulbar pada penegak hukum, pihak kampus Unsulbar bantu untuk buka seterang benderang jangan ada ditutupi, dan mulai babak baru membangun Unsulbar lebih baik.

Unsulbar harus menjadi kampus pilihan pertama anak-anak tamatan SMA dan sederajat di Sulbar. Jangan menjadi pilihan alternatif setelah "diperas" atau "disaring" karena tidak lulus dari kampus lain di luar Sulbar.

Baca Juga: Selama Pimpin Sulsel, Sudirman Sulaiman Tanam 3 Juta Pohon Mangrove

Lupakan masa lalu dengan dugaan korupsi di Unsulbar. Tutup bukunya. Pihak kampus Unsulbar harus berani menghentikan semua praktik buruk di Unsulbar. Buka lembaran baru, Unsulbar hebat.(***)

Penulis: cang pasinringi