POJOKSULSEL, POLMAN – Aksi pencurianterjadi di SDN 028 Ugi Baru yang terletak di Desa Ugi Baru, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar. Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Jumat (9/5/2025) dini hari dan baru diketahui pagi harinya oleh pihak sekolah.
Informasi dugaan tindak pidana pencurian di SDN 028 Ugi Baru diterima oleh pihak Polsek Urban Wonomulyo dari laporan warga. Menindaklanjuti laporan itu, personel piket fungsi langsung diterjunkan ke lokasi di Desa Ugi Baru.
Kapolsek Wonomulyo, AKP Sandy Indrajatiwiguna, membenarkan peristiwa dugaan pencurian di Desa Ugi Baru dengan lokasi kejadian di SDN 028 Ugi Baru.
Baca Juga: Wali Kota Parepare Tasming Hamid Jalin Sinergi Pendidikan dengan Pemprov Jawa Timur
“Begitu menerima laporan dari masyarakat, anggota langsung bergerak ke SD Negeri 028 Ugi Baru. Kami lakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara dan pengumpulan bahan keterangan,” jelas AKP Sandy saat dikonfirmasi Pojoksulsel, Jumat (9/5/2025) siang.
Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa Kepala Sekolah Alimuddin terakhir kali melakukan pengecekan di sekitar lingkungan sekolah pada pukul 20.00 Wita malam sebelumnya.
Saat itu, tidak ditemukan adanya tanda-tanda mencurigakan. Alimuddin yang memang tinggal tidak jauh dari sekolah, rutin memantau kondisi sekolah setiap malam.
Baca Juga: Mahasiswa PPDGS FKG Unhas Meninggal di Rumah Kontrakan, Polisi dan Kampus Turun Tangan
Namun, saat kembali mengecek pada pukul 06.00 Wita keesokan paginya, Alimuddin dibuat kaget. Ia mendapati kondisi ruang guru dan ruang kepala sekolah dalam keadaan berantakan. Lemari terbuka, sejumlah barang hilang, dan tata letak ruangan berubah tidak karuan.
Barang-barang yang dilaporkan hilang yaitu dua unit Chromebook merek Acer dan satu kipas angin Miyako dari ruang kepala sekolah.
Sementara di ruang guru, pelaku menggondol satu unit speaker, satu unit mikrofon wireless merek Advance, serta satu buah tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram.
Baca Juga: Dari Sekolah Rakyat ke Rumah Baru, Gus Ipul Gandeng Pemkot Makassar Relokasi Rumah Naila
Akibat kejadian itu, pihak sekolah mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp6 juta.
Kapolsek Sandy menyatakan bahwa laporan resmi telah diterima dan proses penyelidikan lebih lanjut sedang berlangsung.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat sekitar untuk lebih waspada dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar lingkungan sekolah.
“Kami akan terus mendalami kasus ini. Semoga pelaku segera bisa kita identifikasi dan amankan,” tutup AKP Sandy.
***




