POJOKSULSEL, MAKASSAR – Aksi bersih-bersih penyakit masyarakat terus digencarkan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) sepanjang Operasi Pekat Lipu 2025.

Aparat gabungan Polda Sulsel dan Polres jajaran berhasil mengungkap ratusan kasus yang selama ini meresahkan warga dalam Operasi Pekat Lipu 2025.

Premanisme, senjata tajam, hingga perdagangan orang tak luput dari penindakan aparat Polda Sulsel dalam Operasi Pekat Lipu 2025.

Baca Juga: Terbaru! Nama-Nama 23 Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Kabupaten Bone, 2 Di antaranya Promosi Jabatan

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, mengungkapkan bahwa selama operasi berlangsung, petugas berhasil membongkar 83 kasus dari total 120 Target Operasi (TO) yang telah ditetapkan.

Menariknya, polisi juga menemukan 252 kasus di luar TO yang tak kalah penting untuk segera ditindaklanjuti.

Dari sederet kasus itu, aksi premanisme dan kepemilikan senjata tajam menjadi sorotan utama. Tak kurang dari 59 kasus terkait premanisme berhasil diungkap.

Baca Juga: Arni Majid dari Kemenag Kota Parepare Lolos PAI Award 2025, Program Lahat Curi Perhatian

Sebanyak 87 tersangka pun diamankan dari berbagai titik operasi di wilayah Sulsel.

Barang bukti yang diamankan juga cukup banyak, mulai dari 22 senjata tajam, seperti badik, busur, dan ketapel, hingga 10 unit handphone dan 3 kendaraan roda dua.

Operasi Pekat Lipu 2025 tak hanya berhenti pada penindakan fisik. Aparat juga bergerak di ranah tindak pidana lainnya.

Baca Juga: Wajo Terbanyak, Inilah Nama-Nama 9 Penyuluh Agama Islam Sulsel Lolos ke PAI Award Nasional

Antara lain 5 kasus pencabulan, 8 kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), serta 26 kasus perjudian yang melibatkan berbagai modus.

Tak kalah penting, sebanyak 22 kasus pencurian juga berhasil dibongkar, termasuk 7 kasus curat dan 1 kasus pencurian ternak (curnak).

Masalah sosial lainnya seperti peredaran minuman keras (miras) pun menjadi fokus. Total 234 kasus miras berhasil ditindak.

Di samping itu, ditemukan pula 4 kasus penipuan, 19 praktik prostitusi, 2 kasus pelecehan, serta 1 kasus perlindungan anak.

Menurut Kombes Didik, keberhasilan ini tak lepas dari peran aktif seluruh jajaran yang intens melakukan patroli kewilayahan, serta sinergi yang solid dengan masyarakat.

Baca Juga: WIZ dan KITA Palestina Kirim Bantuan Kemanusiaan, Seribu Warga Gaza Timur Terbantu Makanan Arab

"Ke depan, Operasi Pekat akan terus digelar secara berkala. Ini bukan sekadar razia, tapi bentuk keseriusan kami dalam menjaga ketenteraman masyarakat Sulsel,” tegas Kombes Didik dalam keterangan tertulis.

Operasi Pekat sendiri merupakan agenda rutin Polda Sulsel di bawah kewenangan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dan dilakukan secara serentak di seluruh jajaran Polres.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor jika menemukan potensi gangguan keamanan. Polda Sulsel terbuka untuk semua laporan.

Baca Juga: Ketua Kloter 14 Klarifikasi Jemaah Haji Kabupaten Bulukumba Sempat Nyasar di Madinah

"Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung upaya ini dengan melaporkan segala bentuk tindak kejahatan yang ditemukan," pungkas Kombes Didik.

***