POJOKSULSEL.com, MAKASSAR - Tim gabungan Ditreskrimum Polda Sulsel dan Satreskrim Polres Bone masih menyelidiki kasus penembakan yang menewaskan pengacara Rudi S Gani di Kabupaten Bone.
Polda Sulsel dan Polres Bone menerjunkan tim menyisir dan mencari bukti kasus penembakan pengacara Rudi S Gani di sekitar TKP, tepatnya di Dusun Limpoe, Desa Pattukulimpoe, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone.
Sejumlah saksi pun telah menjalani pemeriksaan untuk mengungkap siapa pelaku dan apa motif di balik penembakan pengacara Rudi S Gani yang terjadi tepat di malam tahun baru 2025 itu.
Baca Juga: Innalillahi! Jasad Pria Lanjut Usia di Bone Ditemukan di Sungai Walanae Pagi Ini
Kasi Humas Polres Bone Iptu Rayendra Muhtar menyebut, tim gabungan terus menggali informasi dan sejumlah barang bukti yang ditemukan di TKP.
Termasuk, asal muasal arah tembakan yang mengenai wajah pengacara Rudi S Gani.
"Sampai sekarang tim masih bekerja dan mengumpulkan bukti-bukti. Kami belum bisa beri info terlalu banyak, karena tim masih terus bekerja," sebut Iptu Rayendra Muhtar.
Baca Juga: Sebelum Penembakan, Pengacara Rudi S Gani Tangani Kasus Sengketa Lahan di Kabupaten Bone
Polisi pun memburu mobil misterius yang sebelum penembakan, oleh beberapa saksi, terlihat terparkir di sekitar TKP.
Oleh beberapa saksi, mobil dan pengemudinya tampak bergegas meninggalkan lokasi kejadian usai terdengar suara ledakan yang menewaskan pengacara Rudi S Gani.
Makan Malam Keluarga
Saat kejadian, korban pengacara Rudi S Gani bersama sejumlah keluarga dan kerabat, berkumpul dan makan bersama di sebuah rumah di di Dusun Limpoe, Desa Pattukulimpoe, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone, Selasa (31/12/2024) malam.
Baca Juga: Misteri Penembakan yang Menewaskan Pengacara Rudi S Gani di Lappariaja Kabupaten Bone
Dalam video yang beredar, juga menangkap momen Rudi S Gani yang saat itu memakai kaos hitam tampak lahap menyantap makanan.
Tak lama setelah itu, tiba-tiba terdengar suara letusan dan Rudi S Gani langsung terkapar dengan darah di bagian wajah.
Korban langsung dilarikan Puskesmas Lappariaja Bone. Di sinilah, polisi baru mengetahui kalau korban terkena peluru di bagian wajahnya.
"Untuk lebih pastinya, kami juga masih menunggu hasil laboratorium forensik untuk mengetahui asal muasal peluru yang mengenai wajah korban," beber Iptu Rayendra Muhtar.
***



