POJOKSULSEL, MAMUJU - Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka mengingatkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Sulbar, agar tidak main-main dengan kenaikan jabatan.

Apalagi, kata Suhardi Duka, ada ASN yang sampai berani melobi gubernur, wakil gubernur, maupun keluarganya, untuk mendapat dapat kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi.

Suhardi Duka menegaskan, dirinya bersama Wakil Gubernur Sulbar Salim S Mengga, tidak mengenal istilah sogok untuk bisa naik jabatan.

Baca Juga: BTN Sabet Penghargaan Internasional Berkat Terobosan Digital di Layanan KPR

"Anda jangan mencoba menyogok gubernur untuk menjadi pejabat, mau menyogok wakil gubernur," ujar Suhardi Duka dilansir laman Sulbarprov.

Ia mengatakan, seorang ASN harus mengandalkan kinerja dan kemampuan untuk naik dari eselon 4 ke eselon 3, eselon 3 ke eselon 2.

SDK, akronim nama Gubernur Sulbar, menjelaskan empat kualifikasi, yaitu kemampuan, kinerja, etikat yang baik, serta loyalitas.

Baca Juga: 2 Pria Paruh Baya di Gowa Tertangkap Setelah Hampir Setahun Buron Kasus Pengancaman Senjata Tajam

"Cukup anda punya kemampuan, anda punya kinerja, anda memiliki etikat yang baik, loyal, anda bisa dapat jabatan," kata SDK.

Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah

Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka memimpin upacara peringatan hari Otonomi Daerah (Otda) tingkat Provinsi Sulbar, Jumat (25/4/2025).

Baca Juga: Pria Terjerat Judol Nekat Gadaikan Mobil Warga Gowa. Tertangkap di Pasar Minasa Maupa!

Pada momen hari Otda ke-29 tahun 2025, Suhardi Duka menekankan pentingnya peningkatan kinerja ASN Pemprov Sulbar dalam pembangunan daerah.

SDK ingin memastikan iklim pemerintahan lingkup Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sulawesi Barat clean and good governance.

"Saya ingin pastikan, untuk menciptakan clean and good governance (tata pemerintahan yang baik dan bersih, hilangkan di dalam pemikiran saudara-saudara bahwa jabatan itu bisa dibeli," kata SDK.

***