POLEWALI MANDAR, SULSEL.POJOKSATU.id - Bupati Polewali Mandar (Polman), Samsul Mahmud, mengaku terpukul saat menerima kabar wafatnya KH Muhammad Syibli Sahabuddin atau yang akrab disapa Annangguru Syibli, Ahad malam (11/10/2026).

Samsul mengungkapkan, kabar duka KH Muhammad Syibli wafat diterimanya sekitar pukul 21.45 WITA. Ia mengaku sesak, terdiam, dan bertafakur mengenang pertemuan terakhirnya dengan tokoh agama kharismatik tersebut di Pulau Salama.

Hal itu disampaikan Samsul saat melayat ke Universitas Al Asyariah Mandar, tempat jenazah Annangguru Syibli disalatkan, Senin (12/10/2026).

“Pukul 21.45 tadi malam saya mendapat informasi. Saya merasa sesak, termenung, dan bertafakur, karena terakhir saya bertemu beliau di Pulua Salama,” ujar Samsul.

Samsul Mahmud dan KH Muhammad Syibli Sahabuddin terakhir bertemua pada perayaan maulid Nabi Muhammad di Pulau Salama pada 21 September 2026.

Kepergian Annangguru Syibli menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Polewali Mandar dan Sulawesi Barat. Samsul mengenang almarhum sebagai sosok panutan yang memiliki kontribusi besar dalam menjaga spiritualitas umat di Tanah Mandar.

Menurutnya, pengabdian almarhum selama hidup telah memberikan banyak manfaat bagi jamaah, masyarakat, hingga kemajuan daerah.

“Beliau adalah panutan, sosok yang begitu banyak kontribusi dan jasanya bagi daerah kita, terutama dalam menjaga spiritualitas keumatan di Tanah Mandar,” katanya.

Samsul juga mengajak masyarakat, keluarga, dan jamaah Tarekat Qadiriyah untuk memaafkan segala kekhilafan almarhum semasa hidupnya.

Ia menyampaikan permohonan maaf tersebut atas nama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, masyarakat, keluarga, serta jamaah Qadiriyah.

“Seandainya dalam berinteraksi, berhubungan, dan bermasyarakat ada kekurangan atau kesalahan yang dilakukan almarhum, mari sama-sama kita memberikan maaf yang seluas-luasnya bagi almarhum,” tuturnya.

Meski merasa kehilangan, Samsul meyakini setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah SWT. Ia berharap seluruh kebaikan dan pengabdian Annangguru Syibli menjadi amal ibadah yang diterima di sisi-Nya.

“Kami haqqul yakin, insyaallah, semua kebaikan yang ditorehkan almarhum untuk jamaah, masyarakat Polewali Mandar, dan kemajuan daerah akan menjadi amal ibadah bagi almarhum,” ungkapnya.

Diketahui, KH Muhammad Syibli Sahabuddin merupakan Ketua Yayasan Al Asyariah Mandar yang menaungi Universitas Al Asyariah Mandar. Almarhum juga dikenal sebagai mursyid Tarekat Qadiriyah.

Annangguru Syibli merupakan putra ulama kharismatik Sulawesi Barat, Prof. Dr. KH. Sahabuddin, yang dikenal sebagai pendiri Tarekat Qadiriyah.

Almarhum wafat di Makassar pada Minggu malam (11/10/2026). Jenazahnya diberangkatkan ke Lembang, Kabupaten Majene, untuk dimakamkan di samping makam ayahandanya.

Dalam kesempatan tersebut, Samsul secara resmi melepas jenazah Annangguru Syibli untuk diantar ke tempat peristirahatan terakhirnya. Ia juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, kesabaran, dan ketabahan.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, Samsul menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas seluruh jasa serta pengabdian almarhum bagi daerah.

“Selamat jalan, Annangguru. Jasa dan pengabdianmu senantiasa akan kami kenang oleh seluruh masyarakat Sulawesi Barat, khususnya Kabupaten Polewali Mandar,” pungkasnya.