MAKASSAR, POJOKSATU.id - KH Muhammad Syibli Sahabuddin atau yang dikenal sebagai Annangguru Syibli akan dimakamkan di Lembang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Senin (12/10/2026).
Annangguru Syibli yang juga Ketua DPW PKB Sulawesi Barat, wafat di RSUP Wahidin Sudirohusodo, Kota Makassar, pada Ahad malam (11/10/2026).
Sebelum diberangkatkan ke Majene, jenazah Annangguru Syibli disemayamkan di rumah duka di Jalan Mappala, Makassar, hingga Senin pagi.
Sekretaris DPW PKB Sulbar, Ahmad Al Yakin, mengatakan jenazah dijadwalkan berangkat dari Makassar sekitar pukul 09.00 Wita.
Rombongan akan singgah di Masjid Kampus Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) untuk disalatkan sebelum melanjutkan perjalanan ke lokasi pemakaman.
"Insyaallah jam 9 pagi berangkat dari Mappala Makassar, singgah disholatkan di masjid kampus Unasman, baru dimakamkan di Lembang Majene," kata Ahmad Al Yakin saat dihubungi wartawan SULSEL.POJOKSATU.id.
Lembang, Majene, merupakan lokasi makam Prof. KH Sahabuddin, ulama kharismatik Tanah Mandar sekaligus pendiri Tarekat Qadiriyah. Annangguru Syibli merupakan putra dari Prof. KH Sahabuddin.
Semasa hidupnya, Annangguru Syibli dikenal sebagai tokoh agama sekaligus figur politik di Sulawesi Barat. Selain memimpin DPW PKB Sulbar, almarhum merupakan mursyid Tarekat Qadiriyah dan Ketua Yayasan Al Asyariah Mandar yang menaungi Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman).
Annangguru Syibli juga berasal dari keluarga yang memiliki kiprah di dunia pendidikan tinggi. Ia bersaudara dengan Prof. Wasilah Sahabuddin, Rektor Unasman Muhammad Massyat, serta Chudiriah Sahabuddin yang juga pernah menjabat sebagai Rektor Unasman.
Ia juga pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari daerah pemilihan Sulawesi Barat selama dua periode, yakni 2009-2014 dan 2014-2019.
Ia juga pernah menjabat sebagai Rektor Unasman pada 2005-2009 serta Direktur Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unasman pada 2004.
Latar belakang pendidikan Annangguru Syibli dimulai dari SDN Busaeri Ternate yang diselesaikannya pada 1981, kemudian MTs Pondok Pesantren Modern IMMIM Makassar pada 1984, dan MAN 1 Makassar pada 1987.
Ia melanjutkan pendidikan ke International Islamic University (IIU), Islamabad, Pakistan, pada 1988.
Setelah itu, ia menempuh pendidikan di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 1991 dan melanjutkan ke jenjang pascasarjana di kampus yang sama pada 2002.
Dalam perjalanan organisasinya, Annangguru Syibli pernah menjabat Sekretaris Jenderal ASEAN Muslim Student Association (AMSA) di Islamabad, Pakistan, pada 1988-1989.
Ia juga tercatat sebagai pengurus PMII Cabang Ciputat pada 1990 dan Pengurus Pusat GP Ansor Jakarta pada 1997.
Di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU), ia pernah menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah NU Sulawesi Barat selama periode 2007-2019.




