POLEWALI MANDAR, SULSEL.POJOKSATU.id - Bupati Polewali Mandar (Polman), Samsul Mahmud, secara resmi melepas jenazah KH Muhammad Syibli Sahabuddin atau yang akrab disapa Annangguru Syibli untuk dimakamkan di Lembang, Kabupaten Majene, Senin (12/10/2026).
Prosesi pelepasan jenazah Annangguru Syibli berlangsung di Universitas Al Asyariah Mandar, tempat almarhum disalatkan sebelum diberangkatkan menuju lokasi pemakaman di Lembang, Kabupaten Majene.
Samsul Mahmud menyampaikan duka mendalam sekaligus penghargaan atas jasa dan pengabdian Annangguru Syibli bagi masyarakat Polewali Mandar, khususnya dalam menjaga spiritualitas umat di Tanah Mandar.
Menurut Samsul Mahmud, almarhum merupakan sosok panutan yang memiliki kontribusi besar bagi kehidupan keagamaan dan masyarakat di daerah tersebut.
“Beliau adalah panutan, sosok yang memiliki begitu banyak kontribusi dan jasa bagi daerah kita, terutama dalam menjaga spiritualitas keumatan di Tanah Mandar,” kata Samsul saat melepas jenazah almarhum Senin sore.
Samsul Mahmud juga mengajak masyarakat, keluarga, serta jamaah Tarekat Qadiriyah untuk memberikan maaf seluas-luasnya kepada almarhum apabila semasa hidupnya terdapat kekhilafan dalam berinteraksi dan bermasyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, masyarakat Polewali Mandar, keluarga, dan jamaah Qadiriyah, mari sama-sama kita memberikan maaf yang seluas-luasnya bagi almarhum,” ujarnya.
Bupati Polman itu mengaku terpukul saat menerima kabar wafatnya Annangguru Syibli pada Minggu malam (11/10/2026). Informasi tersebut diterimanya sekitar pukul 21.45 WITA.
Samsul Mahmud mengatakan, pertemuan terakhirnya dengan almarhum berlangsung di Pulua Salama. Kabar duka tersebut membuatnya terdiam dan merenungkan kepergian tokoh agama yang selama ini berkontribusi bagi masyarakat Mandar.
Meski demikian, ia meyakini berbagai kebaikan dan pengabdian almarhum akan menjadi amal ibadah di sisi Allah SWT.
“Kami haqqul yakin, insyaallah, semua kebaikan yang ditorehkan almarhum untuk jamaah, masyarakat Polewali Mandar, dan kemajuan daerah akan menjadi amal ibadah bagi almarhum,” tuturnya.
Diketahui, KH Muhammad Syibli Sahabuddin merupakan Ketua Yayasan Al Asyariah Mandar yang menaungi Universitas Al Asyariah Mandar. Almarhum juga dikenal sebagai mursyid Tarekat Qadiriyah.
Annangguru Syibli merupakan putra ulama kharismatik Sulawesi Barat, Prof. Dr. KH. Sahabuddin, yang dikenal sebagai pendiri Tarekat Qadiriyah.
Jenazah almarhum akan dimakamkan di Lembang, Kabupaten Majene, tepat di samping makam ayahandanya.
Samsul berharap Allah SWT mengampuni segala dosa dan kekhilafan almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, serta memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas seluruh jasa dan pengabdian Annangguru Syibli bagi Kabupaten Polewali Mandar dan masyarakat Sulawesi Barat.
“Selamat jalan, Annangguru. Jasa dan pengabdianmu senantiasa akan kami kenang oleh seluruh masyarakat Sulawesi Barat, khususnya Kabupaten Polewali Mandar,” pungkasnya.




