POJOKSULSEL, PAREPARE - Rumah Sakit atau RS dr Hasri Ainun Habibie tengah menggodok program halal dapur gizi.

Penggodokan program halal dapur gizi RS dr Hasri Ainun Habibie akan menggandengan BPOM

Plt Direktur RS dr Hasri Ainun Habibie, Mahyuddin menjelaskan, program halal dapur gizi digodok bersama BPOM, untuk memastikan seluruh makanan yang akan diolah sesuai standarisasi halal.

Makanan yang akan disajikan kepada pasien rawat inap RS dr Hasri Ainun Habibie, sudah benar-benar melalui pemilihan dan pengolahan makanan standarisasi halal.

Baca Juga: Harapan Bernardo Tavares ke Suporter PSM Makassar di Tengah Masa Sulit Jelang Lawan Barito Putera Besok

"Kegiatan program ditandai dengan edukasi penerapan halal dapur gizi sehat, yang aman dan halal," ujarnya.

Mahyuddin menjelaskan, penerapan halal dapur gizi bertujuan untuk menjamin makanan yang dikonsumsi pasien RS dr Hasri Ainun Habibie, bukan hanya baik tetapi halal.

Jaminan sertifikasi halal akan membuat pasien merasa tenang terkait makanan yag disajikan dari dapur gizi RS dr Hasri Ainun Habibie.

Baca Juga: Bernardo Tavares Lelang Barang Pribadi Imbas PSM Makassar Terbelit Tunggakan Gaji

Mahyuddin mengatakan, sertifikat halal pada instalasi gizi, ke depan RS dr Hasri Ainun Habibie akan memunculkan opini positif.

"Bahwa di rumah sakit ini makanan-makanan yang disajikan telah lulus sertifikasi halal, sehat, dan higenis," tandasnya.

Sebelumnya Wali Kota Parepare, Taufan Pawe memberi apresiasi kepada pihak menajemen RS yang berkonsep medical tourism tersebut yang telah mengalami peningkatan sistem pelayanan.

Baca Juga: Inilah 3 Profesor Baru Unhas, Semuanya dari Fakultas Teknik

Taufan Pawe juga bangga kepada pihak RS HAH yang salah satu tenaga kesehatannya berhasi mendapat prestasi tingkat nasional.

Salah seorang tenaga kesehatan (Nakes) Parepare, yang meraih penghargaan nasional adalah Amalia Syamsualam.

Nakes asal RS dr Hasri Ainun Habibie Parepare itu mendapatkan penghargaan pada pemilihan tenaga kesehatan teladan 2023 dalam Bidang Kefarmasian dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI). ***