POJOKSULSEL, MAROS - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros diproyeksikan naik Rp24,837 miliar dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.
Kenaikan tersebut menjadi salah satu penopang meningkatnya pendapatan daerah Kabupaten Maros yang diproyeksikan mencapai Rp1,439 triliun atau naik Rp38,649 miliar dibandingkan anggaran sebelumnya.
Proyeksi itu disampaikan Wakil Bupati Maros Muetazim Mansyur dalam rapat paripurna DPRD Maros dengan agenda penyerahan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 di Ruang Rapat Utama Kantor DPRD Kabupaten Maros, Selasa (1/9/2026).
Baca Juga: Tasming Hamid Sentil Soal IPK di PKKMB ITH Parepare: Integritas Lebih Penting
Rapat dipimpin Ketua DPRD Maros Muh Gemilang Pagessa, didampingi Wakil Ketua DPRD Maros Abdul Rasyid dan Nurwahyuni Malik.
Muetazim mengatakan peningkatan pendapatan daerah dalam rancangan perubahan APBD 2026 ditopang oleh dua sumber utama, yakni pendapatan transfer dan PAD.
PAD diproyeksikan meningkat Rp24,837 miliar, sementara pendapatan transfer bertambah Rp13,812 miliar.
Baca Juga: Pangdam XIV Hasanuddin Ungkap Kunci Sukses di Depan 6.000 Maba UIN Alauddin Makassar
“Peningkatan pendapatan tersebut bersumber dari kenaikan pendapatan transfer sebesar Rp13,812 miliar dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp24,837 miliar,” kata Muetazim dikutip rilis Humas Pemkab Maros.
Dengan adanya kenaikan tersebut, total pendapatan daerah Maros dalam perubahan APBD 2026 diproyeksikan menjadi Rp1,439 triliun.
Meski pendapatan daerah mengalami peningkatan, kebutuhan belanja juga ikut bertambah. Belanja daerah diproyeksikan mencapai Rp1,553 triliun atau naik Rp54,160 miliar dibandingkan anggaran sebelumnya.
Baca Juga: Daftar 110 Pejabat Baru Universitas Hasanuddin Awal September, Termasuk 12 Wakil Dekan
Kenaikan belanja tersebut antara lain berasal dari belanja operasi sebesar Rp69,475 miliar, belanja tidak terduga Rp8,034 miliar, dan belanja modal Rp17,085 miliar.
Sementara belanja transfer justru mengalami penurunan sebesar Rp40,435 miliar.
Kondisi tersebut membuat rancangan perubahan APBD Maros 2026 masih mengalami defisit Rp114,011 miliar.
Pemkab Maros menyiapkan pembiayaan untuk menutup defisit tersebut. Penerimaan pembiayaan diproyeksikan mencapai Rp116,761 miliar atau meningkat Rp16,761 miliar.
Penerimaan pembiayaan itu bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) tahun sebelumnya.
Pada sisi pengeluaran pembiayaan, anggarannya bertambah Rp1,250 miliar menjadi Rp2,750 miliar. Dengan demikian, pembiayaan netto diproyeksikan mencapai Rp114,011 miliar.
Baca Juga: Tana Toraja Kebagian Rp7 Miliar, Andi Sudirman Sulaiman Ungkap Total Pembangunan Tembus Rp1 Triliun
Nilai tersebut sama dengan besaran defisit dalam rancangan perubahan APBD 2026.
Artinya, meski PAD Maros diproyeksikan meningkat Rp24,837 miliar, kenaikan tersebut belum cukup untuk menutup kebutuhan belanja daerah yang meningkat lebih besar.
Rapat paripurna DPRD Maros berlangsung dalam kondisi listrik padam. Pemadaman terjadi sejak pagi dan turut mengganggu jaringan telepon serta internet di lokasi rapat. ***




