MAROS, SULSEL.POJOKSATU.id - Dr. KH. Amirullah Amri, M.A., alumnus program magister dan doktor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, mendirikan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ilmul Yaqin Tompobulu di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada 2016.
PPTQ Ilmul Yaqin Maros menjadi wadah pengabdiannya dalam mengembangkan pendidikan Islam dan membina generasi penghafal Al-Qur’an. Selain program tahfidz, para santri juga dibekali pembelajaran kitab kuning, bahasa Arab, metode dakwah, serta pembentukan karakter Islami.
Amirullah menempuh pendidikan sarjana Syariah di IAIN Alauddin Makassar dan menyelesaikannya pada 1990. Ia kemudian melanjutkan studi Magister Pengkajian Islam di UMI hingga lulus pada 2009.
Sepuluh tahun berselang, ia kembali menuntaskan pendidikan doktoral melalui Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam UMI pada 2019.
Latar belakang pendidikan tersebut menjadi bagian dari perjalanan Amirullah dalam mengembangkan pendidikan dan pengelolaan lembaga Islam. Sejak mendirikan Pesantren Tahfidz Qur’an Ilmul Yaqin, ia menjalankan peran sebagai pendiri sekaligus pimpinan umum lembaga tersebut.
Di pesantren itu, pembinaan santri tidak hanya berfokus pada kemampuan menghafal Al-Qur’an. Pembelajaran ilmu agama, penguasaan bahasa Arab, pemahaman kitab kuning, dan pembentukan adab turut menjadi bagian dari pendidikan yang diberikan.
Selain mengelola pesantren, Amirullah juga aktif dalam sejumlah organisasi keagamaan di Sulawesi Selatan.
Ia tercatat sebagai Mustasyar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Selatan, Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan, serta Wakil Ketua MUI Kota Makassar.
Amirullah juga menjabat Ketua Korps Muballig Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulawesi Selatan. Ia turut terlibat sebagai Dewan Pakar Muballigh IMMIM Makassar dan Wakil Ketua Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN).
Di bidang literasi Islam, Amirullah telah menulis sejumlah buku dengan tema keagamaan, ibadah, adab, kematian, dan kehidupan sosial umat Islam.
Beberapa karyanya antara lain Kado Terbaik Ahli Kubur, 77 Tanya Jawab Seputar Kematian, Maulid Adalah Syiar Bukan Syariat, Menggapai Umrah & Haji Maqbul Bersama Rasulullah SAW, serta Dahulukan Adab daripada Ilmu.
Karya lainnya meliputi Menyulam Benang Impian dari Pesantren ke Baitullah, Gelar Tinggi, Adab dan Ilmu Membumi, Baktiku Tanpa Pamrih, Pernikahan Suku Bugis: Tinjauan Syariat, Syiar & Tradisi, dan Ketika Batu Nisan Bicara.






