MAKASSAR, SULSEL.POJOKSATU.id - Nurafifah Salsabilah, murid UPTD SPF SD Negeri Tamamaung 1 Makassar akan tampil pada grand final Olimpiade Pendidikan Agama Islam Nasiol (OLPAIN) V di Bandar Lampung pada November mendatanga. Ia menjadi satu-satunya wakil Sulsel pada Olimpiade PAI tingkat nasional tersebut.

Nurafifah Salsabilah berhasil mengungguli 38 peserta lainnya pada babak penyisihan secara daring.

Para peserta babak penyisihan merupakan utusan tiga provinsi, yakni Provinsi Sulawesi Selatan, Bali, dan Sumatera Selatan.

Nurafifah didampingi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) pembimbing, Nuraeni, diterima oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, H. Muhammad, Senin (19/10/2026).

Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS), H. Shaifullah Rusmin, serta Ketua Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Sulawesi Selatan, Hasanuddin Haris.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, H. Muhammad, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Nurafifah menembus kompetisi tingkat nasional.

Ia juga memberikan motivasi agar Nurafifah mempersiapkan diri dengan baik dan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya pada babak grand final.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan Nurafifah menjadi wakil Sulawesi Selatan di tingkat nasional merupakan kebanggaan sekaligus motivasi bagi peserta didik lainnya untuk terus belajar, berprestasi, dan mengembangkan potensi diri.

"Kami berharap Nurafifah dapat mengikuti kompetisi dengan penuh percaya diri, menjunjung sportivitas, serta meraih hasil terbaik,” ujarnya.

OLPAIN Nasional merupakan ajang kompetisi bagi pelajar Indonesia untuk mengembangkan wawasan dan pengetahuan dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh AGPAII Nasional ini menjadi salah satu wadah untuk mendorong peningkatan kualitas pembelajaran PAI sekaligus membentuk karakter peserta didik.

Pada babak Grand Final OLPAIN Nasional V, peserta tingkat Sekolah Dasar (SD) akan menghadapi Tes Berbasis Komputer (TBK) dengan 100 soal.

Selain itu, peserta juga mengikuti unjuk kerja berupa penyampaian kisah secara lisan mengenai praktik baik pelestarian lingkungan atau ekologi di sekolah dan lingkungan tempat tinggal.

Melalui kedua tahapan tersebut, peserta tidak hanya dituntut menguasai pengetahuan agama, tetapi juga mampu menunjukkan penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Keikutsertaan Nurafifah di ajang nasional ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya di Kota Makassar untuk terus meningkatkan prestasi akademik maupun keagamaan.

Dukungan keluarga, guru, dan lingkungan pendidikan juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan diri serta mengembangkan potensi generasi muda.

Kementerian Agama Kota Makassar berharap Nurafifah dapat menjalani seluruh tahapan kompetisi dengan baik dan membawa hasil membanggakan bagi Sulawesi Selatan.

Pencapaian Nurafifah sekaligus menjadi contoh bahwa semangat belajar dan pembinaan yang berkelanjutan dapat membuka jalan menuju prestasi tingkat nasional.