POJOKSULSEL, MAKASSAR - Tiga dosen dari Institut Agama Islam Negeri Parepare atau IAIN Parepare sukses meraih gelar doktor dari Pascasarjana UIN Alauddin Makassar.
Dilansir laman IAIN Parepare, mereka yang berhasil meraih gelar doktor di UIN Alauddin Makassar, yaitu Hj. Nurdalia Bate, Muhammad Irwan, dan Rustan Efendy.
Tiga dosen IAIN Parepare itu menyandang doktor UIN Alauddin Makassar dengan fokus penelitian yang berbeda, namun memiliki benang merah yang kuat pada isu sosial, pendidikan, dan kebudayaan lokal.
Baca Juga: Selamat! Perbakin Sulsel Punya Ketua Baru, Irjen Rusdi Hartono Siap Angkat Prestasi
Hj. Nurdalia Bate dari Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam IAIN Parepare, berhasil meraih gelar doktor pada 17 April 2025.
dirinya menulis disertasi berjudul “Pencegahan Perceraian pada Masyarakat Kota Parepare Perspektif Maqasid Al-Syariah.”
Ia menyajikan analisis mendalam tentang penyebab perceraian dari dua sisi: internal dan eksternal. Menurutnya, perceraian bukan hanya persoalan rumah tangga, tapi juga refleksi dari lemahnya komunikasi spiritual dalam keluarga.
Baca Juga: Deng Ical Bantu Mobil Operasional Kepada LDII Sulsel, Asdar: Ini Sebab Hubungan Pertemanan Baik
Nurdalia merekomendasikan tiga solusi utama: bimbingan perkawinan berbasis Maqasid Al-Syariah, mediasi hukum di pengadilan agama, dan penguatan spiritualitas berbasis budaya Bugis.
Ia menilai pendekatan ini lebih membumi dan kontekstual, sejalan dengan nilai-nilai lokal masyarakat Parepare.
Baca Juga: Sirnas B Sulsel 2025: Atlet Bulutangkis PB Djarum Sabet Banyak Gelar, Ini Daftar Lengkap Para Juara
Sementara itu, Muhammad Irwan, yang juga menjabat sebagai Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare melaksanakan Sidang promosi doktor pada Selasa (6/5/2025) di Gedung Pascasarjana UIN Alauddin.
Muhammad Irwan berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Etnisitas Lokal Bugis pada Pondok Pesantren di Sulawesi Selatan.”
Dalam paparannya, Irwan menjelaskan bahwa integrasi nilai-nilai Bugis dalam pembelajaran bahasa Arab di pesantren mampu memperkuat pemahaman peserta didik, baik dari sisi bahasa maupun karakter.
Baca Juga: Prof Sahiron Perkenalkan Program Prima Magang PTKI, Mahasiswa Semester 7 Siap Terjun ke Dunia Kerja
Ia merumuskan strategi penguatan pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal, dengan harapan bisa menjadi model nasional.
Sementara itu, Rustan Efendy, Ketua Prodi Pendidikan Agama Islam di Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare, juga melaksanakan ujian promosi doktor di hari yang sama, Selasa (6/5/2025).
Dirinya menulis disertasi tentang implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di kampus tempat ia mengabdi.
Baca Juga: Prof Sahiron Perkenalkan Program Prima Magang PTKI, Mahasiswa Semester 7 Siap Terjun ke Dunia Kerja
Rustan menyoroti tantangan implementasi MBKM, seperti hambatan komunikasi, birokrasi yang belum optimal, dan kurangnya kesadaran kolektif di antara penyelenggara.
Dengan pendekatan fenomenologis, ia menawarkan solusi berbasis “konsientisasi” atau penyadaran kolektif sebagai kunci keberhasilan implementasi kebijakan.
Menariknya, ujian promosi doktor tiga dosen IAIN Parepare turut dihadiri oleh Rektor IAIN Parepare Prof Hannani.
Baca Juga: DPR dan BGN Gaspol, 300 Warga Makassar Hadiri Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis
Capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi IAIN Parepare, tetapi juga memperkuat peran akademisi daerah dalam menjawab tantangan sosial dan pendidikan melalui riset yang berkualitas.
***




