POJOKSULSEL, GOWA - Prof. Dr. Hj. Sitti Asiqah Usman Ali, Lc., M.Th.I., dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Hadis Gender pada Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar.
Pengukuhan Sitti Asiqah Usman Ali sebagai guru besar berlangsung dalam Sidang Senat Terbuka Luar Biasa UIN Alauddin Makassar, di Auditorium Kampus II, Jalan HM Yasin Limpo, Gowa, Selasa (29/9/2026).
Sitti Asiqah Usman Ali yang merupakan guru besar dengan kepakaran hadis gender UIN Alauddin makassar, menyampaikan pidato pengkuhan berjudul Reinterpretasi Hadis Gender: Prinsip Kesalingan dalam Kerukunan Berkeluarga.
Prof Asiqah, sapaan akrbanya adalah istri dari Prof Andi Aderus, Guru Besar Bidang Washatiyyah UIN Alauddin Makassar yang juga adalah Wakil Rektor II UIN Alauddin Makassar.
Prof Asiqah memiliki perjalanan akademik yang panjang sebelum mencapai jabatan akademik tertinggi tersebut. Ia merupakan alumni perempuan pertama Pondok Pesantren DDI Mangkoso yang melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, pada 1993.
Baca Juga: Daftar 5 Lima Guru Besar FH Unhas Dikukuhkan Jadi Anggota Dewan Profesor, Ada Mantan Hakim MK
Perempuan kelahiran Kabupaten Soppeng, 16 Januari 1974 itu menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 71 Anrange Desa Pattojo dan tamat pada 1986.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan di MTs DDI Pattojo hingga 1989. Di sekolah tersebut, ia berada di bawah asuhan ulama kharismatik K.H. Muh. Arsyad Lannu.
Setelah itu, Sitti Asiqah melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren DDI Mangkoso. Selama empat tahun, ia memperdalam ilmu agama dan mengaji kitab kuning di kompleks Masjid Pesantren DDI Mangkoso.
Kuliah di Al-Azhar Kairo
Pada 1993, Sitti Asiqah melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.
Ia mendaftar di Kulliyatul Banat, Fakultas Ushuluddin, Jurusan Hadis. Selama menjadi mahasiswa, ia juga aktif mengikuti berbagai kajian di dalam maupun di luar kampus bersama Kerukunan Keluarga Sulawesi.
Baca Juga: Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama IAMI, Ini 7 Seruan Jakarta Understanding
Pada 1997, ketika berada di tingkat akhir perkuliahan, Sitti Asiqah menikah dengan Andi Aderus, seniornya ketika di Pesantren DDI Pattojo. Saat itu, Andi Aderus tengah menempuh pendidikan S2 di Darul Ulum Kairo.
Sitti Asiqah menyelesaikan pendidikan di Al-Azhar pada 1998. Setahun kemudian, tepatnya 21 Januari 1999, ia melahirkan putra pertamanya di Kairo.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Mesir, Prof Asiqah mengikuti seleksi CPNS yang dibuka KBRI Kairo.
Ia dinyatakan lulus dalam formasi dosen.
Pada Februari 2000, Prof Asiqah kembali ke Indonesia dan mulai bertugas sebagai ASN di Parepare.
Ia kemudian mengabdikan diri sebagai dosen di STAIN Parepare.
Pada 2005, ia pindah ke Makassar. Meski telah berada di Makassar, saat itu statusnya masih sebagai dosen STAIN Parepare sehingga ia harus bolak-balik mengajar ke Parepare selama sekitar enam tahun.
Baca Juga: 27 Tahun Persaudaraan Muslimin Indonesia Berkiprah, Ini Pesan Ketua Parmusi Sulsel
Permohonan mutasinya ke UIN Alauddin Makassar akhirnya dikabulkan pada 2011.
Karier akademik Prof Asiqah terus berkembang seiring peningkatan pendidikan.
Ia meraih gelar Magister Theologi Islam dari UIN Alauddin Makassar pada 2010.
Sepuluh tahun kemudian, ia berhasil menyelesaikan pendidikan doktor di UIN Alauddin Makassar pada 2020.
Di lingkungan UIN Alauddin Makassar, Prof Asiqah juga dipercaya mengemban sejumlah jabatan akademik.
Baca Juga: IGIC 2026 Digelar, Menag Nasaruddin Umar Dorong Peran Imam di Tengah Konflik Global
Pada 2020, ia dipercaya sebagai Sekretaris Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam.
Kemudian pada 2023, ia dipercaya menjadi Ketua Program Studi Manajemen Haji dan Umrah. ***




