POJOKSULSEL, GOWA - Prof. Dr. Susmihara, M.Pd., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar UIN Alauddin Makassar, Selasa (29/9/2026).

Pengukuhan Prof. Susmihara sebagai guru besar tetap berlangsung dalam Sidang Senat Terbuka Luar Biasa UIN Alauddin Makassar di Auditorium Kampus II, Jalan HM Yasin Limpo, Kabupaten Gowa.

Prof Susmihara merupakan Guru Besar dengan kepakaran Pendidikan Islam dan Budaya Nusantara pada Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar.

Dalam prosesi pengukuhan, Prof Susmihara menyampaikan pidato ilmiah berjudul “Ketika Kecerdasan Kehilangan Kemanusiaan: Rekonstruksi Paradigma Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Spiritualitas.”

Pengukuhan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan panjang Prof Susmihara di dunia akademik.

Baca Juga: Industri Event Buka Peluang Karier, Mahasiswa UMI Didorong Berani Berkarya dan Berkolaborasi

Perempuan kelahiran Rappang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), 16 April 1962, itu mengawali pendidikan di TK Aisyiyah dan SD Negeri 1 Rappang. Pendidikan sekolah dasarnya diselesaikan pada 1973.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Al Urwatul Wutsqaa Sidrap. Pendidikan Madrasah Aliyah juga ditempuh di pesantren tersebut dan diselesaikan pada 1978.

Dari Sidrap, perjalanan akademiknya berlanjut ke Fakultas Adab IAIN Alauddin Makassar. Ia meraih gelar sarjana muda pada 1983 dan menyelesaikan jenjang sarjana pada 1986.

Prof Susmihara kemudian melanjutkan pendidikan magister di Universitas Negeri Makassar (UNM) dan menyelesaikannya pada 2002.

Pendidikan akademiknya belum berhenti. Ia menempuh program doktor pada Program Studi Pendidikan dan Keguruan Pascasarjana UIN Alauddin Makassar dan menyelesaikannya pada 2020.

Baca Juga: Daftar 5 Lima Guru Besar FH Unhas Dikukuhkan Jadi Anggota Dewan Profesor, Ada Mantan Hakim MK

Kariernya sebagai akademisi dimulai pada 1997. Saat itu, Prof Susmihara diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) sekaligus dosen Fakultas Adab IAIN Alauddin Makassar.

Selama menjadi akademisi, ia aktif dalam berbagai kegiatan penelitian, seminar, sejarah, kebudayaan, pendidikan, keislaman, hingga pengabdian kepada masyarakat.

Produktivitas akademiknya tercatat dalam 97 publikasi dan karya.

Rinciannya, satu publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi, satu publikasi jurnal internasional, 38 publikasi jurnal terakreditasi SINTA, dua publikasi dalam prosiding nasional, dan 20 publikasi jurnal tidak terakreditasi.

Selain itu, Prof Susmihara tercatat memiliki 15 penelitian, 16 karya buku terjemahan dan editing, dua orasi ilmiah, serta dua publikasi di media massa.

Dua buku yang tercatat sebagai bagian dari karya akademiknya yakni “Munculnya Peradaban di Dunia” dan “Ideologi Kaum Islamisme.”

Tak hanya aktif dalam kegiatan akademik, Prof Susmihara juga pernah menduduki sejumlah jabatan di lingkungan kampus.

Baca Juga: Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama IAMI, Ini 7 Seruan Jakarta Understanding

Pada 2008, ia dipercaya sebagai Ketua Jurusan Sejarah Kebudayaan Islam.

Ia juga pernah menjadi pengelola Program Khusus Kajian Keislaman pada Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam.

Pada 2012, Prof Susmihara menjabat sebagai Pembantu Dekan Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar.

Ia kemudian menjadi anggota Komisi Penegakan Kode Etik pada 2016-2018 dan anggota Senat UIN Alauddin Makassar. ***