POJOKSULSEL, MAMUJU - Insiden di RSUD Sulbar berbuntut panjang. Pasien kecelakaan lalu lintas yang meninggal dunia di RS Bhayangkara Mamuju, diduga sempat ditolak di RSUD Sulbar.

Dewan Pengawas turut bereaksi. Pimpinan RSUD Sulbar dikumpulkan. Hadir juga Kadis Kesehatan Sulbar drg. Asran Masdy, Selasa (22/4/2025).

Pertemuan Dewan Pengawas ingin mengetahui secara objektif kejadian yang menjadi sorotan publik di RSUD Sulbar.

Baca Juga: Sulsel Jadi Contoh! Target Pengadaan Gabah Terlampaui dengan Capaian 131 Persen

Dewan Pengawas juga ingin memastikan bahwa pelayanan kesehatan di RSUD Sulbar berjalan sesuai dengan standar dan prinsip kemanusiaan.

Kepala Dinas Kesehatan Sulbar, drg. Asran Masdy turut prihatin atas kejadian yang menimpa pasien kecelakaan lalu lintas tersebut.

Asran Masdy menegaskan, pelayanan kesehatan, terlebih dalam kondisi darurat, adalah hak setiap warga yang wajib dilayani dengan cepat dan tepat.

Baca Juga: Parepare Berani Ambil Langkah Besar! Tasming Hamid Buka Ruang Kolaborasi Percepat Pertumbuhan Ekonomi

"Prinsip kemanusiaan dan keselamatan pasien adalah prioritas," kata Asran Masdy dilansir laman Sulbarprov.

Asran Masdy menyatakan bahwa pihaknya telah meminta klarifikasi langsung kepada pihak rumah sakit untuk mendapatkan kronologi kejadian yang sebenarnya.

Jika ditemukan adanya kelalaian, maka akan ada tindak lanjut sesuai aturan yang berlaku.

Baca Juga: Lonjakan Transaksi Online, Tokopedia dan TikTok Shop Fokus Keamanan Berbelanja Lewat Creators Lab

Sementara itu, Direktur RSUD Sulbar, dr. Marintani Erna Dochri, menegaskan bahwa pihak rumah sakit tidak pernah memiliki niat untuk menolak pasien.

"Kami akan membuka informasi seluas-luasnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku, dan kami siap untuk diaudit serta dievaluasi demi perbaikan pelayanan di masa mendatang," ucapnya.

Pihak RSUD dan Dinas Kesehatan Sulbar juga akan membentuk tim untuk melakukan investigasi internal secara menyeluruh dan transparan.

Hasil dari investigasi ini akan menjadi dasar dalam mengambil langkah-langkah perbaikan dan akuntabilitas pelayanan kesehatan di Sulbar.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Baca Juga: Masuk Prioritas Ekonomi Kreatif, Andi Sudirman Kenalkan Gedung Griya Sulsel di Depan Menteri Ekraf

Pemprov Sulbar menjamin bahwa setiap kasus akan ditindaklanjuti secara profesional dan bertanggungjawab.

***