POJOKSULSEL.com, LUWU UTARA - Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani menjadi pembicara di Intermediate Training (LK II) dan latihan khsus Kohati (LKK) Tingkat Nasional HMI Cabang Persiapan Luwu Utara.
Pada kegiatan itu, Indah Putri Indriani membahas isu Sustainable Development Goals (SDGs). SDGs atu tujuan pembangunan berkelanjutan adalah 17 tujuan global yang diadopsi oleh semua negara anggota PBB pada tahun 2015, sebagai rencana universal untuk mencapai masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan bagi semua.
Baca Juga: Desa Kanandede di Luwu Utara Berpotensi Jadi Sumber Energi Luwu Utara
"Ada tujuh belas Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dan indikator SDGs berdasarkan kewenangan ada 319 indikator TPB Indonesia. Dari 319, 21 indikator bersifat khusus untuk daerah tertentu dan 298 indikator bersifat umum," ungkap Indah Putri Indriani.
Baca Juga: PILKADA MAKASSAR 2024: Bantuan Modal Usaha bagi Pelaku UMKM Pemula Jadi Perhatian Seto-Kiki
"Yang saya mau tegaskan adalah, pemerintah tidak akan bisa memenuhi semua indikator itu sendiri tanpa mibatkan multipihak, termasuk adik adik mahasiswa," sambung Indah.
Pola kolaboratif multipihak antara pemerintah, akademisi, swasta, masyarakat/CSO dan media sangat penting dalam mewujudkan tujuan pembangunan.
Baca Juga: Disdikbud Pemkot Parepare Tingkatkan Kompetensi Guru Lewat Pelatihan Seni dan Budaya
"Dimana pemerintah merumuskan kebijakan, alokasi anggaran dan lainya. Akdemisi melakukan penelitian dan inovasi atas apa yang di rumuskan pemerintah, sedangkan pihak swasta dengan investasi nya menciptakan lapangan kerja. Media melakukan fungsinya penyebaran informasi dan juga sebagai pengawasan publik itu salah satu bentuk kolaboratif multi pihak," tutup Indah. ***



