POJOKSULSEL, GOWA - Kapolda Sulsel, Irjen Pol Rusdi Hartono, mengaku bersyukur sudah dua kali menyampaikan pidato di UIN Alauddin Makassar.

"Saya bersyukur, ini kedua kali saya berdiri di ruangan ini. Ini menjadi satu kehormatan bagi saya dan juga menjadi kebanggan bagi saya," kata Irjen Rusdi Hartono di acara pengukuhan guru besar UIN Alauddin, Rabu (17/9/2025).

Dalam sambutannya, Irjen Rusdi Hartono merasa telah menjadi bagian dari keluarga besar UIN Alauddin.

Baca Juga: Polres Gowa dan TNI Segel Empat Lokasi Tambang Pasir Ilegal di Bontonompo

"Saya punya kewajiban ketika bicara rumah, rumah ini harus saya jaga dan rumah ini pun harus saya rawat," ungkapnya.

Pada kesempatan itu, dirinya menyampaikan apresiasi peran guru besar UIN Alauddin, terhadap institusi yang dimpimpinnya.

Ia menyebut bahwa Prof Munawir Kamaluddin, satu di antara guru besar UIN Alauddin yang banyak memberikan pencerahan kalbu di Polda Sulsel.

Baca Juga: Satresnarkoba Polres Maros Tangkap Pengedar Sabu Sistem Tempelan, 51 Gram Diamankan

"Saya menjadi saksi bahwa beliau yang telah memberikan pencerahan kepada diri saya dan juga mencerahkan seluruh anggota saya," katanya.

Ia mengatakan, Prof Munawir banyak memberikan petuah agar bisa menjadi polisi yang betul-betul dihargai oleh masyarakat.

"Bagaimana menjadi polisi-polisi yang bisa bekerja sesuai dengan harapan-harapan masyarakat," ungkapnya.

Baca Juga: Kurir Sabu 44 Kg Diciduk, Polres Parepare Gagalkan Penyelundupan Narkoba Bernilai Rp44 Miliar

Pada kesempatan itu, Rusdi Hartono menitip pesan untuk bersama-sama menjaga Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Jaga keamanaan, jaga ketertiban rumah kita, karena yang akan menjaga rumah kita dengan aman, dengan tertib, tidak mungkin orang lain, yang bisa menjaga adalah kita semua," ungkapnya.

Kapolda Rusdi Hartono menegaskan kecintaannya kepada Sulsel yang akan terus dijaga.

Ia harap cintanya kepada Sulsel tidak dinodai dengan prilaku-prilaku yang tidak bertanggung jawab.

Ia mengenang pernah menjadi Kapolrestabes Makassar pada tahun 2015-2016.

Lalu, sepuluh tahun kemudian kembali ke Sulsel sebagai kepala kepolisian daerah (Kapolda).

"Saya tidak rela provinsi Sulsel saya tidak rela kabupaten kota di Sulsel diganggu pihak manapun," tegasnya. ***