POJOKSULSEL, MAJENE - Universitas Hasanuddin (Unhas) intens memberikan pendampingan kepada Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).
Hal itu disampaikan Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa, saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof Brian Yuliarto, ke Unsulbar di Majene, Selasa (29/4/2025).
Jamaluddin Jompa, mengatakan, Unsulbar selama ini berada di bawah pembinaan Unhas, Itu adalah bagian dari mandat Unhas sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH).
Baca Juga: Embarkasi Makassar Siap 99 Persen Sambut Jemaah Haji 2025, Pelunasan Capai 108 Persen
Prof JJ, sapaan akrab Rektor Unhas, mengatakan, peran pembinaan ini merupakan tanggung jawab institusional dalam mendukung peningkatan kapasitas PTN-Satker, seperti Unsulbar, agar mampu berkembang menjadi PTN Badan Layanan Umum (BLU).
“Unhas sebagai PTNBH pembina memiliki kewajiban untuk membantu peningkatan mutu tridarma perguruan tinggi di PTN-Satker. Pendampingan ini meliputi perencanaan strategis, pengembangan kurikulum, hingga pengelolaan keuangan dan SDM,” ungkap Prof JJ dalam rilis resmi Humas Unhas.
Ia menambahkan bahwa kerja sama antara Unhas dan Unsulbar selama ini berjalan intensif, dan telah menunjukkan kemajuan dalam upaya peningkatan tata kelola dan kualitas pendidikan tinggi di kawasan tersebut.
Baca Juga: Bangga! Bupati Sutinah Suhardi Uji Disertasi Doktor Inspektur Kabupaten Mamuju di STIE AMKOP
Sementara itu, Rektor Unsulbar, Prof Muhammad Abdy, menyambut hangat kunjungan Mendiktisaintek dan menyampaikan laporan perkembangan kampus.
Prof Abdy berharap dukungan lebih dari pemerintah pusat serta menyoroti peran signifikan Unhas sebagai PTNBH pembina yang telah membantu peningkatan tata kelola, riset, dan publikasi di Unsulbar.
"Kami banyak memperoleh manfaat dari kehadiran Unhas sebagai pembina," kata Prof Abdy.
Baca Juga: Ali Yafid Paparkan Kesiapan Embarkasi Makassar Layani 15.856 Jemaah di RDP Komisi VIII DPR RI
Kunjungan Kerja Mendiktisaintek di Unsulbar Majene
Rombongan Mendiktisaintek Prof Brian Yuliarto tiba di Unsulbar, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menjelang pukul 13.00 WITA.
Mereka menempuh perjalanan kurang lebih 283 kilometer jalur darat dari Bandara Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros.
Prof Brian turut didampingi Dirjen Riset dan Pengembangan, Prof Fauzan Adziman, Staf Khusus Menteri Prof Tjitjik Sri Tjahjandarie, serta sejumlah pejabat lainnya.
Ada empat agenda utama Prof Brian di Unsulbar,yaitu meresmikan Gedung Baru Fakultas Kedokteran, mengunjungi Pameran Inovasi, memberikan kuliah umum kepada sivitas akademika, serta meninjau fasilitas laboratorium dan perpustakaan.
Baca Juga: Pemprov Sulbar Siapkan 12 Kuota Jalur Beasiswa Kepemimpinan Muda. Silakan Daftar!
Dalam sesi dialog di Unsulbar, Mendiktisaintek Prof Brian Yuliarto menekankan pentingnya peran pendidikan tinggi dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai negara maju.
Prof Brian menyebut pengembangan riset dan perguruan tinggi sebagai kunci kemajuan, sebagaimana dicontohkan oleh negara-negara maju dunia.
Tidak hanya itu, dirinya juga mendorong kampus untuk bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan solusi sosial.
Baca Juga: Anggota Polres Gowa Tangkap Satu Pelaku Pencurian dengan Kekerasan, AKP Bahtiar Tegaskan Hal Ini
Ia menekankan perlunya perguruan tinggi membangun unit usaha serta menjalin kolaborasi dengan pemerintah daerah dan sektor swasta. Bukan sekadar menyelesaikan kurikulum.
"Rektor harus berpikir seperti seorang Chief Executive Offcer atau CEO, harus berpikiran luas,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Prof. Brian juga memperkenalkan slogan baru Kemendiktisaintek, yaitu “Kampus Berdampak”, sebagai penguatan dari program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka.
Baca Juga: Proses Pemilihan Sekda Kota Makassar Masuki Tahap Final, Appi dan Aliyah Tentukan Satu Nama. Siapa?
Tinjau Tambak Eduwisata Unhas
Dalam perjalanan darat menuju Majene, Prof Brian menyempatkan diri meninjau Tambak Eduwisata milik Unhas seluas 20 hektare, di Bojo, Kabupaten Barru, Sulsel.
Ia mengaku terkesan dengan Tambak Eduwisata Unhas. Meskipun baru dikelola tiga hektare dari 20 hektare lahan yang tersedia.
"Mudah-mudahan kalau tahun depan saya berkunjung sudah terkelola 20 hektare," katanya.
***




