PAREPARE, SULSEL.POJOKSATU.id - Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mewaspadai kekuatan skuad Juku Eja menjelang pertemuan PSM Makassar Vs Persebaya dalam lanjutan Liga Super Indonesia.
Selain menghadapi agresivitas Juku Eja, Persebaya juga dihadapkan pada keterbatasan waktu pemulihan pemain di tengah padatnya jadwal pertandingan.
Tavares menilai PSM memiliki sejumlah keunggulan yang dapat menyulitkan timnya. Mulai dari intensitas permainan tinggi, transisi menyerang yang berbahaya, hingga kemampuan memanfaatkan bola mati dan perebutan bola kedua.
Situasi tersebut menjadi tantangan bagi Persebaya yang harus memaksimalkan persiapan dalam waktu terbatas. Sebaliknya, PSM dinilai memiliki waktu pemulihan lebih baik setelah menjalani pertandingan tandang yang berakhir dengan kemenangan.
Hal itu disampaikan Tavares dalam konferensi pers menjelang pertandingan PSM Makassar kontra Persebaya Surabaya di Stadion BJ Habibie, Parepare, Rabu (21/10/2026). Ia hadir bersama pemain Persebaya, Gledson Paixao.
“Kami harus fokus sejak menit pertama hingga akhir jika ingin menampilkan permainan yang bagus dan mengamankan poin,” ujar Tavares.
Menurutnya, konsentrasi sepanjang pertandingan menjadi faktor penting untuk menghadapi tekanan PSM, terlebih tim tuan rumah berpotensi mendapat tambahan motivasi dari dukungan suporter.
Tavares juga mengingatkan para pemainnya agar mampu mengantisipasi karakter permainan PSM yang agresif. Kesalahan dalam menjaga organisasi pertahanan maupun mengantisipasi transisi dapat memberikan keuntungan bagi lawan.
Meski demikian, pelatih asal Portugal tersebut tetap berharap Persebaya mampu tampil kompetitif dan membawa pulang hasil positif.
Di sisi lain, pertandingan ini memiliki arti khusus bagi Tavares. Ia kembali menghadapi PSM setelah menghabiskan empat tahun bersama klub berjuluk Juku Eja tersebut.
Tavares mengaku berterima kasih atas sambutan hangat yang diterimanya saat tiba di bandara. Ia juga menegaskan tidak melupakan kebersamaan dengan PSM, meski kini harus berdiri di kubu lawan.
“Ini adalah pertandingan yang berbeda bagi saya karena kami bukan mesin. Saya juga seorang manusia. Terima kasih atas sambutan kemarin,” katanya.
“Saya tidak melupakan empat tahun yang kita lalui bersama di rumah ini. Namun, sekarang saya berada di klub lain dan kita akan menjadi lawan di lapangan,” lanjutnya.
Sementara itu, Gledson Paixao memastikan Persebaya tetap memiliki motivasi tinggi meski waktu pemulihan pemain terbatas.
Ia mengakui PSM bukan lawan yang mudah, tetapi Persebaya akan berusaha memberikan perlawanan melalui kerja keras dan konsentrasi sepanjang pertandingan.
“Kami tidak memiliki banyak waktu untuk pemulihan, tetapi dengan kerja keras dan fokus penuh, kami percaya diri bisa menampilkan pertandingan yang kompetitif dan meraih hasil terbaik besok,” ungkap Paixao.
Pertemuan PSM Makassar dan Persebaya Surabaya pun diperkirakan berlangsung ketat. PSM berpeluang memanfaatkan keunggulan waktu pemulihan dan dukungan suporter, sedangkan Persebaya dituntut menjaga kebugaran serta disiplin permainan untuk mengamankan poin.



