POJOKSULSEL, MAKASSAR - PSM Makassar kini mempercayakan proyek kebangkitan klub kepada Darije Kalezic dengan kontrak berdurasi tiga musim.
Kesepakatan itu diumumkan saat Darije Kalezic diperkenalkan secara resmi sebagai pelatih kepala PSM Makassar di Makassar Creative Hub (MCH), Pantai Losari, Minggu (19/7/2026).
"Jadi coach Darije Kalezic akan kita kontrak dengan durasi tiga tahun," kata Manajer PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin.
Baca Juga: Tujuh ASN Kemenag Maros Terima Kenaikan Pangkat, Ini Pesan Nur Halik
Fajrin menjelaskan, keputusan memberikan kontrak jangka panjang bukan tanpa pertimbangan. Manajemen melakukan evaluasi menyeluruh setelah PSM tampil mengecewakan di Super League 2025-2026.
Musim lalu, Juku Eja hanya finis di peringkat ke-15 klasemen akhir dan nyaris terdegradasi ke Liga 2. Dari 34 pertandingan, PSM hanya mampu meraih delapan kemenangan, 10 hasil imbang, dan menelan 16 kekalahan.
Menurut Fajrin, persoalan PSM tidak hanya terletak pada hasil pertandingan, tetapi juga menyangkut proses pembangunan klub secara menyeluruh.
Baca Juga: Erwin Sodding Ungkap Alasan Jagokan Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Ketimbang Argentina
"Tapi tentu banyak hal-hal dan pekerjaan rumah yang harus segera dibangun kembali di PSM sebagai sebuah klub. Bukan hanya tentang pemainnya tapi tentang bagaimana penentuan pemainnya," ujarnya.
Karena itu, salah satu fokus utama dalam kerja sama dengan Darije adalah memperkuat sistem pembinaan usia muda. Manajemen menilai akademi menjadi fondasi penting untuk menciptakan regenerasi pemain sekaligus menjaga daya saing klub dalam jangka panjang.
"Kenapa produknya jangka panjang, karena yang kami bicarakan dan diskusikan dengan coach Darije bukan tentang hasil akhir kompetisi atau musim depan. Tapi tentang proses panjang yang akan kita jalani bersama dengan target yang lebih besar," jelas Fajrin.
Baca Juga: Gubernur Sulsel Puji Peran Golkar dalam Pembangunan, Andi Sudirman Ungkap Kedekatan dengan Ketum
Selama tiga musim ke depan, Darije tidak hanya dibebani target memperbaiki performa tim utama, tetapi juga diminta membantu melahirkan pemain-pemain muda yang siap menjadi tulang punggung PSM di masa mendatang.
Di sisi lain, Darije mengaku menerima tantangan tersebut karena memiliki keyakinan PSM bisa kembali ke jalur prestasi.
"Dan oleh karena itu, saya setuju untuk menandatangani kontrak selama tiga tahun. Karena musim lalu banyak hal yang saya kira berjalan dengan tidak baik di PSM," katanya.
Pelatih asal Bosnia itu mengaku ingin mengulang situasi saat pertama menangani PSM pada 2018-2019. Kala itu, Juku Eja tampil kompetitif hingga berhasil menjuarai Piala Indonesia 2019, sekaligus diperkuat banyak pemain muda hasil binaan akademi seperti Asnawi Mangkualam, Rizky Eka Pratama, dan M. Arfan.
"Dan saya berada di sini ingin membuat situasi yang sama seperti yang sebelumnya saya berada di PSM Makassar. Untuk mengembalikan PSM di level yang sama," pungkas Darije. ***

