POJOKSULSEL, MAKASSAR - PSM Makassar mulai menyusun kekuatan baru untuk menghadapi Indonesia Super League (ISL) 2026-2027.
Menariknya, salah satu pemain yang kembali ke skuad PSM Makassar merupakan sosok yang pernah ikut mengantarkan klub meraih gelar juara. Dia adalah Agung Mannan.
Agung Mannan kembali diperkenalkan sebagai salah satu rekrutan baru PSM, Kamis (13/8/2026). Ia bukan nama asing bagi publik sepak bola Makassar.
Agung Mannan sebelumnya memperkuat PSM pada musim 2022/2023 dan menjadi bagian dari skuad yang sukses membawa Juku Eja meraih gelar juara liga.
Kini, setelah sempat meninggalkan klub, Bek kanan kelahiran Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, tersebut kembali menjadi bagian dari proyek PSM untuk menghadapi musim baru.
Baca Juga: UMI Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Tahap II, Jalur TAG Indonesia Emas Resmi Mulai Besok
Kembalinya Agung Mannan sekaligus melengkapi lima pemain baru yang telah diumumkan PSM dalam dua hari terakhir.
Empat pemain lainnya merupakan legiun asing. Mereka yakni bek tengah asal Serbia Nenad Lalic, gelandang Makedonia Utara Stefan Jevtoski, striker Serbia Luca Bulatovic, dan gelandang Belanda Navarene Foor.
Nenad menjadi pemain pertama yang diperkenalkan PSM pada Rabu (12/8/2026). Bek tengah Serbia itu diproyeksikan mengisi lini belakang setelah Yuran Fernandes memilih meninggalkan PSM untuk bergabung dengan Persebaya Surabaya.
Pada hari yang sama, Juku Eja mengumumkan Jevtoski. Sehari berselang, giliran Bulatovic, Foor, dan Agung diperkenalkan.
Lima nama tersebut menunjukkan PSM mulai bergerak membangun komposisi skuad baru.
Baca Juga: 12 Mahasiswa KKN Unhas Posko Desa Kayu Loe Bantaeng Kecelakaan, Begini Kondisi Terkini Mereka
Namun, ada satu pekerjaan besar yang masih harus diselesaikan manajemen sebelum para pemain anyar itu benar-benar bisa turun di lapangan.
PSM hingga kini masih berada dalam daftar Registration Ban FIFA.
Sanksi tersebut membuat Juku Eja belum bisa mendaftarkan pemain baru ke operator kompetisi sebelum persoalan yang menjadi dasar sanksi diselesaikan.
Hingga Jumat (14/8/2026), nama PSM masih tercantum dalam daftar FIFA dengan dua laporan, masing-masing bertanggal 22 Mei 2026 dan 27 Juli 2026.
Persoalan tersebut dikabarkan berkaitan dengan tunggakan gaji mantan pemain PSM.
PSM mendapat larangan melakukan pendaftaran pemain baru selama tiga periode transfer.
Artinya, meski lima pemain sudah diperkenalkan secara resmi kepada publik, status mereka untuk tampil di kompetisi musim depan masih bergantung pada penyelesaian sanksi tersebut.
Situasi ini menjadi pekerjaan rumah yang tidak kalah penting dibanding membangun skuad.
Baca Juga: Tasming Hamid Dorong Inovasi Mahasiswa KKN Unhas Berlanjut dan Berdampak bagi Masyarakat
Pasalnya, PSM pernah menghadapi persoalan serupa pada awal musim 2025/2026. Ketika itu, pemain baru belum dapat dimainkan pada pekan pertama karena Registration Ban belum dicabut.
Manajemen Kejar Penyelesaian
Manajer PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin, memastikan klub tengah menyiapkan langkah untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Menurut Fajrin, manajemen telah menyusun perencanaan berdasarkan kondisi keuangan dan cash flow klub.
“Kami sudah menyusun langkah-langkah penyelesaian sesuai perencanaan keuangan dan cash flow yang dimiliki klub. Mudah-mudahan semua bisa berjalan lancar agar sanksi segera dicabut,” ujar Fajrin.
PSM menargetkan persoalan tersebut selesai jauh sebelum kompetisi ISL 2026/2027 bergulir.
Baca Juga: Daftar Lengkap 35 Perwira Polri Jajaran Polda Sulsel Dimutasi Akhir Juli 2026 untuk Pensiun
Manajemen tak ingin kejadian musim lalu kembali terulang dan menghambat pemain baru memperkuat tim sejak awal kompetisi.
“Kami sudah membahasnya bersama manajemen dan telah menyiapkan perencanaan yang matang. Insya Allah, sesuai kemampuan serta perencanaan keuangan yang telah disusun, sanksi Registration Ban ini akan kami selesaikan pada waktunya,” katanya.
Di tengah persoalan tersebut, persiapan tim tetap berjalan.
PSM terus membangun skuad dengan mendatangkan pemain lokal dan asing. Kembalinya Agung Mannan menjadi salah satu bagian dari proyek tersebut.
“Saat ini fokus kami adalah menyelesaikan persoalan Registration Ban tersebut. Tapi persiapan tim tetap berjalan, begitu juga seluruh aktivitas operasional klub,” tegas Fajrin.
Kini, PSM bukan hanya dituntut menemukan komposisi terbaik untuk musim baru.
Juku Eja juga berpacu dengan waktu agar wajah baru yang sudah diperkenalkan, termasuk Agung Mannan, benar-benar bisa kembali mengenakan kostum PSM dalam pertandingan resmi. ***

