POJOKSULSEL.com, MAKASSAR - Bernardo Tavares singgung kondisi keuangan PSM Makassar. Pelatih kebangsaan Portugal itu membandingkan kondisi tim Juku Eja dengan Persis Solo jelang duel kedua tim.
PSM Makassar akan menjamu Persis Solo pada pekan ke-10 BRI Liga 1, di Stadion Gelora BJ Habibie, Senin (28/8/2023. Kick off pukul 20.00 Wita.
Bernardo Tavares menyinggung kondisi keuangan klub, dan membandingkannya dengan Persis Solo calon lawan PSM Makassar. Menurut Tavares Persis adalah tim bagus dan memiliki lebih banyak uang dibanding PSM Makassar.
Baca Juga: PSM Makassar vs Persis Solo Sepi Peminat, H-1 Tiket Baru Terjual 200 Lembar
Salah satu bukti menurut Bernardo Tavares, karena Persis Solo mampu mendatangkan eks striker PSM Makassar, Ramadan Sananta.
"Kita akan melawan tim bagus. Mereka (Persis Solo) punya budget yang besar. Buktinya mereka bisa mengambil pemain kita. Coba lihat mereka bisa mengambil Sananta sementara kita tidak bisa mempertahankan pemain kita," keluh Tavares.
Pluim Mangkir Karena Gaji Tertunggak?
Belakangan ini, isu terkait kondisi finansial PSM Makassar memang lagi jadi perbincangan. Mangkirnya Kapten tim Juku Eja, Wiljan Pluim pada sesi latihan tim sejak persiapan melawan Persebaya disebut sebut karena tunggakan gaji.
Pemain asal Belanda itu baru muncul ketika PSM Makassar bersiap berlaga di babak playoff AFC Cup di Bali. Pada pertandingan itu, Pluim dimainkan di babak kedua.
Baca Juga: Wiljan Pluim Tak Hadir Official Training Jelang Laga PSM Makassar vs Persis Solo
Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares tidak punya jawaban terkait mangkirnya Pluim pada sesi latihan. Lagi lagi melempar ke pihak manajemen.
"Soal Pluim, tanyakan ke Sadikin (Sadikin Aksa, Direktur Utama PSM Makassar)," kata Bernardo Tavares.
Terakhir, Pluim juga tidak hadir pada official training PSM Makassar jelang laga melawan Persis Solo, Minggu (27/8/2023).
Aliansi Mattonging Menepi dari Laga Kandang PSM Makassar
Pertai Kandang tim Juara Liga 1 musm lalu yang sepi penoton juga mempengaruhi pendapatan klub. Gabungan kelompok suporter yang menamakan diri Aliansi Mattoanging tidak memberikan dukungan langsung pada pertandingan PSM Makassar.
Aliansi Mattoanging memutuskan untuk menepi atau tidak hadir di Stadion sejak laga PSM Makassar kontra Persib Bandung yang berlangsung di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Sabtu (22/7/2023).
Mereka mununtut pihak manajemen menurunkan harga tiket, namun hingga kini belum ada titik temu antara kedua pihak.
Baca Juga: PSM Makassar Vs Persis, Leonardo Medina Minta Pemainnya Waspada Long Ball Juku Eja
Bernardo Tavares kembali meminta persoalan ini segera diselesaikan. Sebab, tim membutuhkan dukungan langsung dari suporter untuk meningkatkan moral pemain. Disamping itu, hadirnya suporter di Stadion juga ikut membantu keungan klub.
"Musim lalu kita membuat keajaiban, tentu saja ini berkat kerjasama yang baik dari semua pihak, para pemain, manajemen dan suporter. Ini yang kita butuhkan, karena elemen ini sangat penting," ucap Bernardo Tavares.
"Kita butuh suporter datang untuk membantu klub. Kami juga butuh dukungan supoter untuk memberikan atmosfer pada kami disetiap pertandingan," Tavares menambahkan.
Terlilit Utang dan Diancam Dilaporkan ke FIFA
Kondisi keuangan PSM Makassar nampaknya tidak baik baik saja. Belum lama ini juga muncul Sosok nama perempuan Erisoya yang tiba tiba booming terkait utang piutang dengan manajemen PSM Makassar senilai Rp 5,6 miliar.
Erisoya melayangkan surat terbuka kepada manajemen PSM Makassar dan menagih utang kepada Tim Juku Eja yang nilainya mencapai Rp5,6 miliar belum dibayarkan.
Manajemen PSM Makassar diberi batas waktu tertentu, untuk merespons penyelesaian sisa utang sebesar Rp5,67 miliar kepada Shesie Erisoya alias Oya.
Jika selama waktu yang diberikan oleh pengacara Oya, belum direspons maka akan diambil langkah hukum.
Baca Juga: Manajemen PSM Makassar Diberi Waktu 4 Hari Respons Penyelesaian Utang Rp5,67 Miliar ke Erisoya
"Kita memberi waktu paling tiga atau empat hari aja. Setelah itu langkah yang saya sebutkan tadi, kita akan segera lakukan," kata Agus Amri di Makassar, Jumat (25/8/2023).
Agus Amri mengatakan, ada beberapa upaya yang akan ditempuh pihak Arisoya atau Oya. Di antaranya adalah melayangkan gugatan perdata ke pengadilan.
"Melaporkan ini juga ke FIFA memberikan sanksi kepada pengurus atau manajemen PSM Makassar," kata Agus Amri.
Erisoya adalah mantan sekretaris Munafri Arifuddin saat masih menjabat CEO PSM Makassar. Erisoya mengungkapkan total utang manajemen PSM Makassar kepada Erisoya mencapai Rp14,9 miliar. Namun hingga kini, jumlah utang yang belum dibayarkan manajemen PSM Makassar sebesar Rp5,6 miliar. ***
