POJOKSULSEL, MAKASSAR - Pasca deklarasi nasional pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I di Jakarta, 18 Januari 2026, Partai Gerakan Rakyat mulai menggerakkan mesin organisasi di daerah.

Di Kota Makassar, konsolidasi awal itu ditandai dengan kegiatan silaturahmi dan syukuran yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerakan Rakyat, Minggu (25/1/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kompleks BTN Paropo tersebut dihadiri sekitar seratus kader dan simpatisan Partai Gerakan Rakyat.

Suasana acara berlangsung khidmat, diwarnai lantunan shalawat serta nuansa religius yang kental. Sejak pukul 10.00 WITA, para peserta tampak memadati lokasi dan saling bersilaturahmi.

Mayoritas peserta yang hadir dikenal sebagai loyalis tokoh perubahan, Anies Baswedan, yang selama ini aktif dalam berbagai gerakan politik dan sosial pasca Pilpres 2024.

Baca Juga: Ini Daftar Satker Terbaik Kemenag Sulsel Hasil Evaluasi Kinerja Unit 2025, Total 12 Kategori

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran, dilanjutkan laporan panitia pelaksana.

Ketua DPD Ormas Gerakan Rakyat Kota Makassar, H. Paris, kemudian menyampaikan sambutan pembuka.

Ia menegaskan komitmen ormas dan partai untuk berjalan seiring dalam memperjuangkan agenda perubahan.

"Alhamdulillah, kita berkumpul dalam suasana yang sangat berkah, dengan cuaca yang cerah dan bersahabat. Semoga Gerakan Rakyat terus kita besarkan di Kota Makassar," ujar H. Paris, yang juga menjabat Wakil Ketua DPD Partai Gerakan Rakyat Kota Makassar dalam keteranagn tertulis.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Gerakan Rakyat Kota Makassar, Ustaz H. Firdaus Malie juga memberikan sambutan.

Baca Juga: Tim Voli Putri Maros Lolos ke Porprov Sulawesi Selatan 2026

Dalam kesempatan tersebut, Firdaus Malie sekaligus menyampaikan tausiah sebagai bagian dari konsolidasi perdana partai di tingkat kota.

Firdaus Malie mengisahkan perjalanan politiknya yang sempat membuatnya menjauh dari aktivitas kepartaian.

Namun, dukungan sahabat serta dorongan Majelis Dzikir yang dipimpinnya membuat ia kembali menerima amanah politik.

“Saya sempat tidak lagi tertarik mengurusi partai politik. Namun atas dorongan sahabat-sahabat dan Majelis Dzikir yang kami pimpin, amanah sebagai Ketua Partai Gerakan Rakyat di Makassar akhirnya kami terima,” ujarnya, disambut tepuk tangan hadirin.

Ia berharap Partai Gerakan Rakyat dapat menjadi alternatif baru bagi masyarakat yang menginginkan perubahan dalam politik nasional.

“Sudah saatnya kita menyatukan warna bendera perjuangan. Kini ada Partai Gerakan Rakyat, dan di dalamnya juga ada Pak Anies Baswedan. Mari kita bersatu dan berjuang bersama menyongsong Pemilu mendatang,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gerakan Rakyat Sulawesi Selatan, Asri Tadda, menjelaskan latar belakang lahirnya partai tersebut.

Baca Juga: Dapur Umum Dinsos Maros untuk Tim SAR Tutup Usai Operasi Pencarian ATR 42-500 Berakhir

Menurut Asri Tadda, Partai Gerakan Rakyat merupakan hasil konsolidasi panjang pasca Pilpres 2024.

“Partai Gerakan Rakyat hadir dari kesadaran kolektif para pejuang perubahan. Salah satu kendala utama perjuangan politik Anies Baswedan selama ini adalah ketiadaan kendaraan politik yang mandiri,” kata Asri.

Karena itu, lanjut dia, pada Rakernas I Gerakan Rakyat yang digelar 18 Januari 2026, diputuskan untuk mendeklarasikan Partai Gerakan Rakyat sebagai wadah perjuangan politik ke depan.

Asri Tadda mengajak seluruh loyalis dan elemen pejuang perubahan di Sulawesi Selatan untuk kembali bersatu dan membesarkan partai tersebut.

Ia menegaskan tantangan ke depan tidak ringan, terutama dalam memenuhi persyaratan administratif sebagai peserta Pemilu 2029.

“Kita harus memastikan Partai Gerakan Rakyat terdaftar resmi di Kementerian Hukum dan lolos sebagai peserta Pemilu 2029,” ujarnya.

Baca Juga: Faisal Amir Jalani Uji Kelayakan Calon Anggota Ombdusman RI di DPR RI, Ini Visi Misi yang Diusung

Ia optimistis Partai Gerakan Rakyat akan mendapat tempat di hati masyarakat Sulawesi Selatan.

Optimisme itu didasarkan pada capaian suara Anies Baswedan–Muhaimin Iskandar pada Pilpres 2024 yang mencapai sekitar dua juta suara di provinsi ini.

“Dua juta suara itu adalah modal politik yang sangat berharga. Jika setengahnya saja dapat kita pertahankan dan dikonversi menjadi dukungan untuk Partai Gerakan Rakyat, saya yakin Sulawesi Selatan bisa kita menangkan,” katanya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pelaksanaan shalat Zuhur berjamaah di Masjid Daarut Taubah binaan Ustadz Firdaus Malie, dilanjutkan sujud syukur bersama.

Acara kemudian diakhiri dengan pemotongan nasi tumpeng dan santap siang bersama.

Sejumlah pengurus dan tokoh turut hadir, di antaranya Bendahara DPW Gerakan Rakyat Sulsel Irma Effendy, Wasekbid POKbGR Sulsel Rinaldi, Wasekbid Humas dan Media Digital GR Sulsel Rury P. Asri.

Sekretaris DPD Partai Gerakan Rakyat Kota Makassar Haslindah, Ketua DPW Muda Bergerak Sulsel Muh. Alief, serta para kader dan simpatisan lainnya. ***