MAKASSAR, SULSEL.POJOKSATU.id - Mul Al Imran, atlet badminton meraih medali emas dan perunggu di Asian Para Games 2026 Aichi-Nagoya Jepang. Imran adalah lulusan Pondok Pesantren Al Urwatul Wutsqaa Benteng, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan (Sulsel).

Imran mengamankan medali perunggu pada mnomor Man single Badminton SL3. Ia menaklukkan atlet asal India, Kumar Nitesh. Imran menuntaskan dua gim langsung dengan skor 21-19 dan 21-16.

Imran juga turun pada nomor Ganda Men’s Double SL3-SUS berpasangan dengan Suryo Nugroho.

Ganda putra Indonesia ini berhasil mengamankan medali emas usai membantai ganda putra Korea Selatan Shin Kyung Hwan dengan Chao Nadan di partai final, Jumat (23/10/2026)

Pasangan Muh Al Imran- Suryo Nugroho menang meyakinkan dua set langsung 25-23 dan 21-8.

Imran yang berhasil mengukir prestasi internasional pada ajang Asian Para Games 2026 merupakan perjalan panjangnya sebagai atlet profesional.

Imran menekuni cabor bulutangkis sejak duduk di bangku sekolah dasar.Sebagai catatan bahwa Imran pernah menempuh pendidikan di Ma’had Aly As’adiyah Sengkang Kabupaten Wajo.

Pada Pekan Paralimpiade Nasional (PEPARNAS) 2024 Solo Jawa Tengah 2 tahun lalu Imran mewakili Kontingen Jawa Barat berhasil memborong Medali Emas sehingga mengantarkannya masuk Pelatnas persiapan Asian Para Games di Jepang 2026.

Pimpinan Pondok Pesantren Al Urwatul Wutsqaa, Gurutta H. Suardi Latarebbi, mengatakan, prestasi tersebut merupakan kado Hari Santri Nasional 2026 dan merupakan hasil kerja keras dan tentunya doa para keluarga dan teman-temannya.

"Ini merupakan kado Istimewa bagi pesantren khususnya pesantren Benteng di hari santri nasional ini di mana Imran selama 6 tahun menempuh pendidikan di sini," katanya.