MAKASSAR, SULSEL.POJOKSATU.id - Prestasi membanggakan ditorehkan Muh. Faiz Athallah. Murid kelas VI.A MIN 2 Kota Makassar ini berhasil lolos Audisi Umum PB Djarum 2026 dan resmi menjadi atlet binaan klub bulu tangkis ternama tersebut.

Faiz Athallah menjadi satu-satunya peserta dari perwakilan Makassar yang berhasil lolos hingga pengumuman final pada 10 Oktober 2026. Atas pencapaian itu, ia juga memperoleh beasiswa bulu tangkis PB Djarum untuk mendukung pengembangan kariernya di dunia olahraga.

Perjalanan Faiz menuju klub yang dikenal melahirkan atlet-atlet bulu tangkis berprestasi itu tidak mudah. Ia harus melewati serangkaian seleksi sebelum memastikan tempat dalam program pembinaan PB Djarum.

Audisi awal berlangsung di Makassar pada 4-9 Agustus 2026. Dari proses tersebut, Faiz terpilih sebagai salah satu dari enam wakil Makassar yang berhak melanjutkan perjuangan ke tahap karantina di Kudus, Jawa Tengah.

Tahap karantina berlangsung pada 14 September hingga 10 Oktober 2026. Selama hampir sebulan, Faiz menjalani rangkaian seleksi dan penilaian untuk menunjukkan kemampuan, potensi, serta kesiapan menjadi atlet bulu tangkis.

Kerja keras dan konsistensinya akhirnya membuahkan hasil. Namanya masuk dalam daftar peserta yang lolos seleksi final dan resmi menjadi atlet binaan PB Djarum.

Keberhasilan Faiz menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar MIN 2 Kota Makassar. Di tengah aktivitasnya sebagai murid kelas VI, ia mampu menunjukkan potensi di bidang olahraga hingga menembus salah satu program pembinaan bulu tangkis bergengsi di Indonesia.

Faiz merupakan putra pasangan Irwan dan Fitriani. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kedisiplinan, ketekunan, dan semangat berlatih dapat membuka peluang bagi generasi muda untuk meraih pencapaian lebih tinggi.

Kepala MIN 2 Kota Makassar, Nelvy, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan yang diraih Faiz.

Nelvy menilai pencapaian tersebut bukan hanya membanggakan keluarga, tetapi juga menjadi motivasi bagi murid lainnya untuk mengembangkan bakat dan kemampuan masing-masing.

Menurutnya, prestasi murid tidak hanya diukur dari capaian akademik. Bidang olahraga dan kegiatan nonakademik lainnya juga menjadi ruang bagi murid untuk menunjukkan kemampuan serta meraih prestasi.