POJOKSULSEL, MAKASSAR - Sebanyak 233 atlet bulu tangkis muda dari berbagai daerah memadati GOR Dafest Makassar, untuk mengikuti seleksi menuju karantina PB Djarum di Kudus, Jawa Tengah, Rabu (5/8/2026).
Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar menjadi momentum istimewa. Setelah satu dekade tidak menggelar audisi atlet bulu tangkis di luar Pulau Jawa, PB Djarum kembali membuka kesempatan bagi talenta dari Indonesia Timur untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Ketua Tim Pencari Bakat PB Djarum, Sigit Budiarto, mengatakan Makassar dipilih karena memiliki sejarah panjang dalam melahirkan atlet bulu tangkis nasional sekaligus menjadi pusat pembinaan olahraga di kawasan timur Indonesia.
"Setelah 10 tahun kami absen menggelar audisi di luar Pulau Jawa, tahun ini kami kembali. Sebelumnya di Pekanbaru, sekarang di Makassar. Kami melihat Makassar memiliki sejarah dan potensi yang bagus untuk bulu tangkis, khususnya sebagai representasi kawasan Indonesia Timur," ujar Sigit.
Dari 233 peserta yang mengikuti seleksi, sebanyak 157 merupakan atlet putra dan 76 atlet putri. Tidak hanya berasal dari Sulawesi Selatan, peserta juga datang dari berbagai provinsi lain, termasuk Papua.
Baca Juga: PSEL Mamminasata Bergerak Lagi, Menteri Jumhur Hidayat Target Pemenang Tender Baru Keluar 2-3 Pekan
Menurut Sigit, tingginya antusiasme peserta menjadi sinyal positif bahwa pembinaan bulu tangkis di luar Pulau Jawa terus berkembang.
"Ini menunjukkan bulu tangkis mulai berkembang di daerah-daerah yang jauh. Mereka datang ke Makassar dengan perjuangan yang luar biasa dan itu patut kami hargai," katanya.
Ia menilai Sulawesi Selatan menjadi salah satu daerah yang konsisten melahirkan atlet potensial. Karena itu, PB Djarum berharap daerah ini terus menyumbang talenta bagi bulu tangkis Indonesia.
Peserta yang menjadi juara di setiap kategori akan langsung mengamankan tiket mengikuti karantina di Kudus. Selain itu, tim pencari bakat juga menyiapkan Super Tiket, jalur khusus bagi atlet yang dinilai memiliki potensi besar meski tidak berhasil menjadi juara.
Namun, jumlah penerima Super Tiket tidak dibatasi. Penilaiannya sepenuhnya bergantung pada kualitas permainan yang ditunjukkan selama audisi berlangsung.
Baca Juga: Keren! Ini 2 Dosen UIN Alauddin Makassar Bakal Ngajar dan Riset di Kampus Top Amerika dan Belanda
Seluruh atlet yang lolos nantinya akan menjalani karantina selama satu bulan di Kudus. Dalam masa tersebut, tim pelatih PB Djarum akan mengevaluasi kemampuan teknik, fisik, kesehatan, disiplin, hingga karakter sebelum menentukan siapa yang layak menjadi atlet binaan.
Sigit menegaskan, pencarian bibit atlet tidak hanya berpusat di Pulau Jawa. Makassar dipilih karena dinilai strategis sebagai gerbang Indonesia Timur dan telah melahirkan atlet berprestasi, salah satunya Indah yang kini memperkuat pelatnas dan pernah menjadi juara dunia junior binaan PB Djarum.
"Kami ingin terus mencari bibit-bibit terbaik hingga ke pelosok daerah. Makassar memiliki potensi besar dan menjadi salah satu pintu masuk bagi atlet-atlet dari kawasan timur Indonesia," pungkasnya. ***




