POJOKSULSEL, JAKARTA - Putra asli daerah Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat Prof. Dr. H. Wajidi Sayadi, M.Ag., resmi dilantik sebagai Rektor Institut Agama Islam Negeri Pontianak (IAIN Pontianak) oleh Menteri Agama RI, Prof. H. Nasaruddin Umar, di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Prof. Wajidi Sayadi merupakan Guru Besar Bidang Ilmu Hadis di IAIN Pontianak. Pelantikannya menandai kepercayaan pemerintah kepada akademisi asal Polewali Mandar untuk memimpin salah satu perguruan tinggi keagamaan negeri di Indonesia.

Selain Prof. Wajidi Sayadi yang dikukuhkan sebagai Rektor IAIN Pontianak, Menag Nasaruddin Umar juga melantik Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag. sebagai Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Baca Juga: Tim Riset UIN Alauddin Dorong Perlindungan Kawasan Adat Kaluppini Lewat Policy Brief

Kemudian, Prof. Tiwi Etika, S.Ag., M.Ag., Ph.D. sebagai Rektor IAHN Tampung Penyang Palangka Raya, serta Prof. Dr. Azni, M.Ag. sebagai Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau.

Dalam arahannya, Menag Nasaruddin Umar meminta para pimpinan perguruan tinggi keagamaan negeri (PTKN) yang baru dilantik agar segera bekerja dan menghadirkan perubahan nyata sejak awal masa kepemimpinan.

Menurutnya, 100 hari pertama menjadi momentum penting untuk menunjukkan inovasi dan terobosan.

Baca Juga: Polda Sulsel Siapkan 125 Polisi Jadi Pelatih AI, Bawa Misi Besar Sasar Ribuan Pelajar

"Hari ini adalah hari yang berbahagia, terutama bagi yang telah dilantik. Hari ini argo sudah mulai berjalan. Seratus hari ke depan harus sudah bisa dihitung apa yang akan dilakukan. Berikan kejutan bagi institusi yang Saudara pimpin," ujar Nasaruddin Umar dikutip laman resmi Kemenag RI.

Menag juga mengingatkan bahwa memimpin perguruan tinggi memiliki tantangan tersendiri karena harus mengelola komunitas akademik yang kritis.

Karena itu, setiap kebijakan harus didasarkan pada pemahaman yang baik terhadap regulasi agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Baca Juga: UIN Sunan Kalijaga Gandeng KUA Kapanewon Kokap Latih Pemuka Lintas Iman Susun Ceramah Moderat

Selain itu, para rektor diminta bersiap menghadapi dinamika yang diperkirakan meningkat menjelang agenda pemilu.

Menurutnya, pimpinan kampus harus mampu menjaga stabilitas akademik sekaligus mengelola berbagai potensi dinamika yang muncul di lingkungan perguruan tinggi.

"Kalian menjadi rektor pada saat yang kritis karena menjelang pemilu. Tahun depan mungkin sudah mulai terasa. Siapkan mental menghadapi berbagai dinamika yang mungkin muncul," tegasnya.

Nasaruddin menambahkan, rektor tidak hanya bertanggung jawab terhadap capaian akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan keagamaan kepada masyarakat.

Karena itu, para pimpinan PTKN diharapkan mampu membangun hubungan yang erat dengan masyarakat dan tokoh agama sehingga kampus dapat menjadi pusat pencerahan dan penguatan kehidupan beragama. ***