JAKARTA, SULSEL.POJOKSATU.id - Tujuh ilmuwan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) tercatat dalam daftar World’s Top 2% Scientists 2026 kategori dampak sitasi tahunan. Para ilmuwan top 2 persen dunia 2026 itu berasal dari 5 Universitas Islam Negeri (UIN) di Indonesia.
Jumlah ilmuwan PTKIN yang masuk dalam daftar ilmuwan top 2 persen dunia bertambah dari lima orang di tahun 2025 menjadi tujuh orang pada 2026.
Dikutip laman uinjkt.ac.id, tujuh dosen PTKIN yang masuk daftar ilmuwan top 2 persen dunia masing-masing, dua orang UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dua orang UIN Ar-Raniry Banda Aceh, serta masing-masing satu dari UIN Sultan Syarif Kasim Riau, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, dan UIN K.H. Achmad Siddiq Jember.
Prof Muhammad Siddiq Armia (UIN Ar-Raniry Banda Aceh)
Prof. Muhammad Siddiq Armia merupakan Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Ia adalah mantan Dekan Fakultas Syariah UIN Ar-Raniry.
Dirinya menempati peringkat nasional ke-37. Ia menekuni bidang hukum, termasuk perbandingan hukum konstitusi. Dalam klasifikasi TOPSCINET, ia tercatat pada subbidang Law dengan peringkat ke-67 dunia.
Prof. Maila Dinia Husni Rahiem (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
Prof Maila menempati urutan ke-52 dari 272 ilmuwan berafiliasi di Indonesia yang tercantum dalam daftar tahunan 2026.
Pada tingkat nasional, ia berada di urutan kedua pada subbidang pendidikan dan ketiga pada bidang ilmu sosial. Secara global, ia menempati peringkat ke-1.379 dari 115.687 peneliti pendidikan, atau sekitar 1,2 persen teratas. Profilnya juga mencantumkan Artificial Intelligence & Image Processing sebagai subbidang kedua.
Dr Habibie Saleh (UIN Sultan Syarif Kasim Riau)
Dr Habibie Saleh merupakan dosen program studi Pendidikan Matematik Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Syarif Kasim Riau.
Habibis Saleh berada di urutan nasional ke-77. Akademisi di bidang matematika terapan ini tercatat dalam subbidang Mechanical Engineering & Transports pada TOPSCINET.
Pengelompokan tersebut mengikuti klasifikasi dalam basis data yang dapat berbeda dari bidang kepakaran akademisi.
Prof Hariyanto (UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto)
Prof. Hariyanto merupakan Guru Besar pada Program Studi Hukum Tata Negara, Fakultas Syariah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto (UIN Saizu).
Prof. Hariyanto juga tercatat sebagai Wakil Dekan III Fakultas Syariah UIN Zaisu.
Ia menempati urutan ke-201 nasional. Ia merupakan guru besar di bidang hukum pemerintahan daerah.
Prof. Haiyanto untuk kali petama mencatatkan diri dalam ilmuwan top 2 persen dunia.
Prof. Saiful Mujani (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
Prof Saiful Mujani Guru Besar Ilmu Politik pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Jakarta.
Prof Saiful Mujani menempati urutan ke-255. Dirinya dikenal melalui kajian ilmu politik, opini publik, perilaku pemilih, dan demokratisasi.
Penelitiannya berbasis survei untuk memahami dinamika masyarakat dan kehidupan demokrasi.
Prof Mursyid Djawas (UIN Ar-Raniry Banda Aceh)
Prof Mursyid Djawas kembali mendapatkan pengakuan sebagai ilmuwan top 2 persen dunia dengan urutan ke-259.
Prof Mursyid Djawas adalah pakar hukum Islam dan hukum keluarga Islam.
Saat ini, Prof Mursyid Djawas menjabat sebagai Dekan Fakultas Syariah UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Dr. Khairunnisa Musari, PhD (UIN K.H. Achmad Siddiq Jember)
Dari UIN K.H. Achmad Siddiq Jember ada nama Dr Khairunnisa Musari, PhD yang menempati urutan ke-267.
Khairunnisa Musari merupaka dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Achmad Siddiq Jember
Khairunnisa Musari yang baru tahun ini masuk daftar ilmuwan 2 persen top dunia menekuni ekonomi dan keuangan Islam, termasuk sukuk, wakaf, dan pembiayaan mikro.






