POJOKSULSEL, MAKASSAR - Lima ilmuan dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) menembus daftar Top 2 persen Scientist Worldwide (single-year) 2025 atau ilmuan berpengaruh di dunia yang dirilis tim Stanford University bersama Elsevier, Jumat (19/9/2025).
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) Amin Suyitno menyebut capaian lima ilmuan PTKIN yang masuk ilmuan berpengaruh dunia adalah bukti transformasi riset di kampus keagamaan berjalan di jalur yang tepat.
"Masuknya lima nama ilmuan dari PTKIN tidak hanya membanggakan, tetapi menegaskan bahwa budaya publikasi bereputasi dan kolaborasi internasional terus menguat,” ujarAmin Suyitno dikutip laman resmi Kemenag RI.
Baca Juga: Gen Z UIN Alauddin Deklarasikan Ekoteologi di Tengah Krisis Iklim, Tegaskan Empat Poin Ini
Amin Suyitno menegaskan dukungan pendanaan kompetitif, pendampingan penulisan, hingga jejaring riset akan diperkuat agar dampak ilmiah semakin luas.
Lima ilmuwan yang masuk daftar bergengsi tersebut adalah:
Prof. Maila Dinia Husni Rahiem – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Education; AI and Image Processing).
Baca Juga: KRI Bima Suci Sandar di Makassar, Jufri Rahman Beri Pesan Jaga Kedaulatan Laut
Prof. Muhammad Siddiq Armia – UIN Ar-Raniry Banda Aceh (Law; Education).
Prof. Saiful Mujani – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (History; International Relations).
Prof. Mursyid Djawas – UIN Ar-Raniry Banda Aceh (History; Historical Studies).
Dr. Habibis Saleh – UIN Sultan Syarif Kasim Riau (Mechanical Engineering and Transports; Energy).
Baca Juga: Kesalehan Lingkungan Jadi Fokus Bincang Syariah Goes to Campus UIN Alauddin di Hadapan 7.000 Peserta
Kelima nama itu menjadi bagian dari 209 peneliti Indonesia yang diakui dalam rilis Stanford–Elsevier tahun ini.
Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Arskal Salim menuturkan, pada 2023 hanya satu nama PTKIN yang tercatat, yaitu Prof Maila. Tahun 2024 jumlahnya sama, dan kini melonjak menjadi lima.
"Capaian ini lahir dari fondasi tata kelola riset yang kuat, mulai road-map riset, etika penelitian, hingga pendampingan publikasi,” jelasnya.
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sahiron, menambahkan, penguatan kapasitas dosen-peneliti menjadi prioritas.
Baca Juga: PNUP Perluas Jejaring Internasional, Jalin Kolaborasi Vokasi dan Industri di China
"Kami memperluas skema research clinic, mentoring publikasi bereputasi, dan hibah kolaboratif lintas negara. Target kita bukan sekadar masuk daftar, tapi memastikan riset berdampak pada pemecahan masalah bangsa,” ucapnya.
Daftar Top 2 persen Scientist Worldwide disusun tim Prof. John P.A. Ioannidis (Stanford) berbasis data Scopus dengan indikator sitasi, indeks H, hingga pengaruh co-authorship.
Dataset ini dipublikasikan lewat platform data Elsevier dan diakui kredibilitasnya secara internasional.
Kemenag menegaskan capaian 2025 ini menjadi titik tolak akselerasi riset PTKIN, termasuk penguatan kolaborasi global, literasi data dan AI, hingga peningkatan kualitas penulisan proposal riset. ***




