POJOKSULSEL, MAKASSAR - Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Universitas Muslim Indonesia (UMI) memperkuat kolaborasi di bidang sains data dan kecerdasan buatan (AI) untuk mendorong pengembangan riset serta talenta digital di Sulawesi Selatan dan kawasan Indonesia Timur.
Kolaborasi itu dibahas dalam pertemuan Ketua Tim Riset Data Science and Artificial Intelligence (DSAI) Unhas, Prof Armin Lawi, dengan Dekan Fakultas Ilmu Komputer (Fikom) UMI, Ir Purnawansyah.
Kerja sama Unhas dan UMI diarahkan tidak hanya pada pengembangan teknologi, tetapi juga pada pemanfaatan hasil riset untuk menjawab berbagai persoalan di masyarakat.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Dekan I Fikom UMI, Ir Yulita Salim.
Prof Armin Lawi mengatakan perkembangan sains data dan AI harus dibangun di atas riset yang kuat serta tetap memperhatikan manfaat bagi publik.
Baca Juga: Bone Beramal Kampiun Piala Gubernur Sulsel 2026, Andi Sudirman Serahkan Trofi-Uang Rp200 Juta
“Perkembangan teknologi informasi dan sains data tidak boleh sekadar berorientasi pada kecanggihan algoritmik semata, melainkan harus mampu menjawab kompleksitas persoalan riil di masyarakat,” ujar Armin Lawi dalam keterangan tertulis.
Menurut dia, penguatan ekosistem riset menjadi penting agar inovasi berbasis data memiliki dasar metodologis yang kuat, terukur, dan dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Armin Lawi juga menilai kolaborasi lintas perguruan tinggi dapat memperkuat kapasitas riset teknologi di kawasan Indonesia Timur.
Sementara itu, Dekan Fikom UMI Purnawansyah menekankan pentingnya menghubungkan riset perguruan tinggi dengan kebutuhan sumber daya manusia dan perkembangan industri digital.
“Kolaborasi riset strategis ini adalah kunci dalam mencetak lulusan dan talenta digital yang adaptif terhadap disrupsi teknologi,” kata Purnawansyah.
Baca Juga: SDK Bicara PR Sulbar di Usia 22 Tahun: Kemiskinan Turun, Tapi 149 Ribu Warga Masih Menunggu
Ia mengatakan penguatan kolaborasi perlu diikuti penyelarasan kurikulum, standar kompetensi profesional, serta riset terapan.
Dengan begitu, lulusan perguruan tinggi tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan teknologi.
“Kita ingin memastikan bahwa perguruan tinggi di Makassar tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi motor penggerak utama dalam kedaulatan teknologi nasional,” tegasnya.
Wakil Dekan I Fikom UMI Yulita Salim turut memperkuat arah kolaborasi tersebut, khususnya dalam penyelarasan kebijakan akademik dan peningkatan mutu pendidikan komputer.
Kolaborasi Unhas dan UMI selanjutnya diharapkan dapat mendorong pengembangan riset berbasis kecerdasan buatan, tata kelola data publik, serta peningkatan kapasitas generasi muda di bidang teknologi. ***




