POJOKSULSEL, MAKASSAR - Universitas Muslim Indonesia (UMI) membekali sivitas akademikanya dengan keterampilan penyelenggaraan jenazah.
Pelatihan penyelenggaraan jenazah lingkup sivitas akademika UMI menjadi bagian dari penguatan pembinaan keagamaan sekaligus upaya menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengambil peran dalam pelayanan keumatan.
Kegiatan pelatihan penyelenggaraan jenazah digelar UPT Pengembangan Karakter dan Dakwah (PKD) UMI, berlangsung di Aula Prof. Masrurah Mokhtar, UPT PKD Kampus 2 UMI, Kamis (24/9/2026).
Pelatihan dibuka Rektor UMI yang diwakili Wakil Rektor IV UMI, Dr. KH. Muhammad Ishaq Shamad, MA.
Dalam sambutannya, Ishaq Shamad mengatakan penyelenggaraan jenazah tidak sekadar berkaitan dengan kemampuan teknis.
Menurut Ishaq Shamad, mengurus jenazah merupakan bagian dari ibadah sekaligus bentuk kepedulian sosial terhadap sesama Muslim.
“Mengurus jenazah bukan hanya persoalan teknis, tetapi merupakan bagian dari ibadah dan bentuk penghormatan terakhir kepada seorang Muslim. Karena itu, keterampilan ini penting untuk dipelajari dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” Ishaq Shamad.
Ia mengatakan perguruan tinggi Islam memiliki tanggung jawab untuk membekali mahasiswa dan sivitas akademika tidak hanya dengan kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga karakter, akhlak, kepedulian sosial, serta kecakapan keagamaan.
Menurutnya, pelatihan penyelenggaraan jenazah sejalan dengan komitmen UMI melalui Catur Dharma yang memadukan ilmu pengetahuan dengan nilai keimanan, akhlak, dan muamalah.
“UMI melalui Catur Dharma UMI terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang memadukan ilmu, iman, akhlak, dan muamalah. Pelatihan penyelenggaraan jenazah ini menjadi salah satu bentuk konkret dari komitmen tersebut,” ujarnya.
Baca Juga: Prof Akh Muzakki Mengundurkan Diri, Dirjen Pendis Ditunjuk Jadi Plt Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya
Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai penyelenggaraan jenazah secara teori. Mereka juga dibekali keterampilan praktis mengenai tahapan pengurusan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam.
Materi mencakup tata cara memandikan, mengafani, menyalatkan hingga proses pemakaman jenazah.
Muhammad Ishaq Samad berharap peserta mengikuti pelatihan secara serius dan aktif sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan ketika dibutuhkan di tengah masyarakat.
“Harapannya, peserta tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga memiliki keberanian dan keterampilan untuk mengambil peran ketika masyarakat membutuhkan,” katanya.
UPT PKD UMI menekankan pembelajaran yang tidak berhenti pada pemahaman teori. Peserta juga mendapatkan pembekalan praktis mengenai tahapan penyelenggaraan jenazah.
Materi meliputi tata cara memandikan, mengafani, menyalatkan, hingga pemakaman jenazah. Seluruh tahapan diberikan berdasarkan tuntunan syariat Islam.
Pelatihan ini diharapkan melahirkan kader-kader yang memiliki kompetensi dasar dalam penyelenggaraan jenazah. Mereka dapat menjadi bagian dari pelayanan keumatan sekaligus berkontribusi dalam kehidupan sosial di masyarakat.
Kegiatan tersebut juga memperkuat komitmen UMI dalam memadukan pendidikan akademik dengan pembinaan keislaman.
Baca Juga: Imam Besar Dunia Berkumpul di Jakarta 25-28 September, Ini Agenda Lengkap IGIC 2026
Melalui pembinaan karakter dan kecakapan keagamaan, UMI terus mendorong terbentuknya insan yang berilmu, berakhlak, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat.




