JAKARTA, SULSEL.POJOKSATU.id - Kebiasaan masyarakat berbelanja kebutuhan harian melalui platform digital kini tak lagi terbatas pada jam sibuk. GrabMart mencatat pertumbuhan pesanan sebesar 40,5 persen pada dini hari sepanjang 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Tren ini membuka peluang baru bagi brand makanan, minuman, dan produk kebutuhan sehari-hari untuk menjangkau konsumen di luar jam belanja konvensional.
Data tersebut dipaparkan GrabAds dalam acara F&B Forward: GrabAds Marketing Summit 2026 di Jakarta, Kamis (22/10/2026). Forum tersebut membahas perubahan perilaku konsumen serta strategi pemasaran berbasis data untuk menjangkau pelanggan hingga tahap pembelian.
Selain dini hari, pertumbuhan pesanan GrabMart juga tercatat pada malam hari. Pesanan pada pukul 21.00-22.29 WIB meningkat 38,4 persen, sedangkan pada pukul 22.30-01.59 WIB tumbuh 36,3 persen sepanjang 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Director of Commercial Grab Indonesia, Roy Nugroho, mengatakan perubahan pola belanja tersebut menunjukkan konsumen semakin fleksibel dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Pertumbuhan belanja pada malam hingga dini hari menunjukkan bahwa konsumen kini memiliki fleksibilitas lebih besar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk di luar jam belanja konvensional,” kata Roy.
Menurutnya, perubahan tersebut menjadi peluang bagi industri makanan dan minuman (food and beverage/F&B) serta barang konsumsi yang bergerak cepat (fast-moving consumer goods/FMCG) untuk menjangkau konsumen melalui strategi pemasaran yang lebih relevan.
Melalui GrabAds, perusahaan berupaya membantu brand memahami perubahan perilaku konsumen berdasarkan data transaksi dan interaksi di dalam ekosistem Grab.
Pola Belanja Berubah Sesuai Waktu
Data GrabAds juga menunjukkan bahwa produk yang dibeli konsumen melalui GrabMart berbeda berdasarkan waktu belanja.
Pada pagi hari, buah-buahan, sayuran, bumbu masak, serta daging dan makanan beku menjadi kategori favorit. Sementara itu, camilan dan es krim banyak diminati pada siang hingga sore hari.
Adapun pada malam hari, minuman dan camilan menjadi kategori yang banyak dipilih konsumen.
Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa waktu berbelanja dapat menjadi salah satu pertimbangan brand dalam menentukan produk yang dipromosikan dan strategi komunikasi pemasaran.
Untuk memenuhi kebutuhan belanja sepanjang hari, GrabMart menghadirkan kampanye Belanja Terima Beres yang menawarkan layanan belanja kebutuhan harian 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, dengan berbagai promosi dan pengiriman dalam waktu kurang dari satu jam.
GrabMart juga menghadirkan DailyMart by Grab, yang sebelumnya dikenal sebagai GrabMart Kilat. Layanan ini menyediakan produk segar, seperti buah-buahan, sayuran, dan daging, dari toko yang dikelola secara khusus oleh GrabMart.
Enam dari 10 Pesanan GrabMart Berawal dari Pencarian
Selain waktu berbelanja, cara konsumen menemukan produk juga menjadi perhatian dalam strategi pemasaran digital.
GrabAds mengungkapkan enam dari 10 pesanan GrabMart diawali dengan pencarian langsung melalui fitur pencarian. Pola tersebut berbeda dengan GrabFood, di mana 79 persen pesanan dimulai dari eksplorasi berbagai pilihan.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran perlu menyesuaikan karakteristik konsumen pada masing-masing layanan. Di GrabMart, visibilitas produk dalam pencarian menjadi salah satu aspek yang relevan, sedangkan di GrabFood, proses eksplorasi dapat menjadi ruang bagi brand untuk menarik perhatian konsumen.
GrabAds mengusung pendekatan Top of Mind to Top of Cart, yakni strategi yang menghubungkan upaya membangun kesadaran dan preferensi terhadap merek dengan mendorong keputusan pembelian.
Roy mengatakan, brand perlu hadir pada berbagai tahap perjalanan konsumen, mulai dari saat mereka mengenal produk hingga menentukan pilihan ketika berbelanja.
Melalui pemanfaatan data konsumen dan solusi pemasaran full-funnel, GrabAds berupaya membantu brand menyusun strategi yang menghubungkan pembangunan merek dengan konversi penjualan.
Pengguna Solusi Full-Funnel GrabAds Naik 120 Persen
Adopsi strategi pemasaran tersebut juga terlihat dari meningkatnya jumlah brand F&B berskala enterprise yang menggunakan solusi full-funnel marketing GrabAds.
GrabAds mencatat jumlah brand dalam kategori tersebut meningkat lebih dari 120 persen dalam satu tahun terakhir.
Pertumbuhan itu mencerminkan semakin luasnya penggunaan strategi pemasaran yang mengintegrasikan pembangunan kesadaran merek dengan upaya mendorong pembelian.
Melalui forum F&B Forward: GrabAds Marketing Summit 2026, GrabAds mendorong pelaku industri F&B dan FMCG untuk memanfaatkan data perilaku konsumen dalam menentukan waktu, pendekatan, dan saluran pemasaran.






